Pisang Epe, Rasa Yang Tak Pernah Terlupa Pisang Epe, Rasa Yang Tak Pernah Terlupa | Sharing Moments Pisang Epe, Rasa Yang Tak Pernah Terlupa | Sharing Moments Sharing Moments, Berbagi Untuk Kebaikan , memberikan inspirasi bagi sesama agar hidup ini menjadi lebih bahagia

Jumat, 11 November 2011

Pisang Epe, Rasa Yang Tak Pernah Terlupa


Perjalanan kuliner di negeri Makassar berlanjut, selepas menikmati Pallu Basa kami melanjutkan perjalanan menuju pantai Losari, kabarnya sunset disini indah dan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, kebetulan pas saya datang sedang ada acara malam ramah tamah masyarakat dengan walikota Makassar merayakan hari jadi Kota Makassar yang ke-404. Awalnya sih saya hanya ingin melihat seperti apa Pantai Losari diwaktu malam, tak terpikir makan karena masih kenyang sehabis menyantap Pallu Basa.

Setengah jam memutari pantai Losari, memandangi laut yang gelap diatas jembatan mengapung sambil menikmati hiburan dari panggung ramah tamah kamipun bersiap-siap pulang. Teman saya menawarkan untuk mampir ke kedai makan Pisang Epe, mumpung di Makassar katanya, heeeemmmmmm usul yang menyenangkan, bolehlah aku menjawab tanpa ragu J.

Tiba di tempat yang dituju saya melihat banyak sekali orang yang sedang menikmati Pisang Epe ditempat tersebut, wah sepertinya tempat kuliner favorit yang menajikan hidangan yang nikmat. Setelah mengambil tempat duduk yang kebetulan kosong kami langsung memesan 2 Pisang Epe, 2 Cappucino dan 1 Moccacino, tak sabar rasanya menantikan hidangan datang, penasaran saya seperti apa bentuk Pisang Epe ini.

Kurang dari 10 menit hidanganpun datang, dari bentuk penyajian mirip pisang bakar yang biasa saya makan di Jakarta. Well, Pisang Epe memang pisang yang dibakar layaknya pisang bakar di Jakarta. Saya coba menyantap potongan pertama, apakah rasanya juga sama seperti pisang bakar di Jakarta? Begitu potongan pertama saya santap baru terasa beda antara pisang bakar di Jakarta dengan Pisang Epe yang sedang saya santap. Coklat yang digunakan bukanlah mesis seperti yang digunakan pisang bakar di Jakarta. Pisang Epe menggunakan bubuk milo coklat yang kering seperti biasa saya gado. Letaknya ditengah-tengah pisang dan diatasnya ada keju yang ditaburkan, benar-benar kuliner yang maknyuussss.

Bagaimana dengan rasanya? Wah kalo masalah ini sulit diungkapkan dengan kata-kata, anda harus mencobanya sendiri, saya hanya bisa menyantapnya potongan demi potongan dan kelezatannya tak berkurang hingga gigitan terakhir, padahal saya baru saja menyantap Pallu Basa. Segerombolan pengamen datang menambah indahnya suasana malam, mereka melantunkan lagu yang enak didengar, tak terasa Pisang Epe dan Cappucino pesanan saya tandas tak bersisa…..hehehehe….

Poin untuk Pisang Epe secara keseluruhan 3.6, tak sabar rasanya ingin menycipinya kembali dilain waktu.

Next saya inign menycipi Konro di Karebosi yang kabarnya menjadi tempat favorit menikmati Konro.


See u friends.

0 comments:

Poskan Komentar

Sharing Moments, Berbagi Untuk Kebaikan...