The Blues Flying High The Blues Flying High | Sharing Moments The Blues Flying High | Sharing Moments Sharing Moments, Berbagi Untuk Kebaikan , memberikan inspirasi bagi sesama agar hidup ini menjadi lebih bahagia

Selasa, 22 Mei 2012

The Blues Flying High


First, Congratulation to Chelsea for their 1st Europe Champions League Trophy in season 2011/2012. Dengan gelar ini Klub-klub Inggris menyamai pencapaian klub-klub Italia dengan 13 gelar, sementara Spanyol masih yang terbanyak mengumpulkan gelar dengan 13 tropi, yang 9 diantaranya diraih oleh Real Madrid (klub peraih tropi terbanyak UCL). Dengan raihan tropi ini juga memperkokoh posisi Inggris dalam koefisien Eropa disusul Spanyol, Italia, Jerman dan Perancis dalam 5 besar koefisian Eropa.

Chelsea mengikuti jejak Nottingham Forest (Inggris / Musim 1978-1979), Marseille (Perancis / Musim 1992-1993) dan Borussia Dortmund (Jerman / Musim 1996-1997) yang menjadi juara baru di Stadion yang dulu bernama Stadion Olimpiade Muenchen. Selain Nottingham Forest tiga klub lainnya sampai oret-oretan ini dibuat masih mengumpulkan 1 tropi Liga Champion Eropa, sementara Nottingham Forest telah memperoleh 2 tropi dengan mempertahankan gelar di tahun musim berikutnya.

Tim yang diarsiteki Roberto Di Matteo tersebut juga berhasil menyingkirkan mimpi buruk final sebelumnya yaitu pada musim 2007-2008 yang mempertemukan mereka dengan Manchester United dimana mereka  kalah dalam tos-tosan yang saat itu berkesudahan 6-5 untuk United.  Kebetulan penendang pinalti yang kala itu gagal tidak bermain di final musim ini, dia adalah John Terry dan Nicholas Anelka. Ada 8 pemain yang bermain pada musim 2007-2008 yang juga bermain pada final musim 2011-2012 ini, mereka adalah Peter Cech, Ashley Cole, Frank Lampard, Didier Drogba, John Obi Mikel, Salomon Kalou, Michael Essien dan Florent Malouda. Pada musim 2007-2008 tersebut Didier Drogba mendapatkan kartu merah di babak pertambahan waktu (menit 116), dan nyaris saja membuat Chelsea gagal di final ketika pelanggaran yang dia lakukan pada Franck Ribery berbuah pinalti untuk Muenchen. Beruntung Arjen Robben gagal mengeksekusi pinalti tersebut ketika tendangannya berhasil diantisipasi kiper Peter Cech.

Untuk ukuran domestik Chelsea merupakan klub Inggris ke-5 yang berhasil meraih tropi tertinggi antar klub eropa tersebut setelah Manchester United, Liverpool, Nottingham Forest dan Aston Villa. Liverpool memimpin dengan raihan 5 gelar diikuti Manchester United dengan 3 gelar, Nottingham Forest 2 gelar dan Aston Villa 1 gelar sama dengan raihan Chelsea. Sementara secara keseluruhan Chelsea merupakan klub ke-22 yang berhasil meraih tropi Liga Champion Eropa.Piala Liga Champion Eropa ini juga merupakan tropi kedua untuk Chelsea pada musim ini setelah pada 5 Mei lalu mereka merebut tropi tersebut dengan mengalahkan Liverpool 2 - 1 lewat gol Ramires (11") dan Drogba (51").

Keberhasilan Chelsea mengangkat tropi UCL mengangkat mereka ke posisi ke-3 koefisien klub-klub eropa dengan poin 134,857 dibawah Juara tahun lalu Barcelona (157,837) dan finalis tahun lalu Manchester United (141,857). Sementara Bayern Muenchen yang menjadi lawan Chelsea di final musim ini berada di posisi 4 dengan poin 132,003. Dari 10 klub pemilik koefisien eropa tertinggi Inggris menempatkan 3 klub (Manchester United, Chelsea dan Arsenal) sama seperti Spanyol (Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid). Sementara Jerman, Italia, Portugal dan Perancis masing-masing menempatkan 1 klubnya yaitu Bayern Muenchen, Inter Milan , F.C. Porto dan Olympique Lyonnais, hal ini seperti dilansir situs www.uefa.com.

Well, Bayern Muenchen sendiri mendominasi laga final kemarin, ini terlihat dari statistik pertandingan dimana Muenchen melakukan 24 kali tembakan ke gawang yang 7 diataranya mengarah ke gawang, sementara Chelsea hanya melakukan 6 kali tembakan yang separuhnya mengarah tepat ke gawang. Selain itu Muenchen juga memperoleh 20 kali sepak pojok berbanding 1 kali yang diperoleh Chelsea. Hanya efektifitas dan kecemerlangan penampilan Drogba dan Peter Cech yang menjadi salah satu faktor kekuatan Chelsea malam itu. Dan mungkin saja karena pemain Muenchen kelelahan setelah sepanjang pertandingan menggempur pertahanan Chelsea serta faktor kepercayaan diri yang menurun setelah Arjen Robben gagal mengeksekusi pinalti di babak perpanjangan waktu menjadi pemicu kekalahan mereka. Dari hasil pertandingan tersebut bukan hanya pemain, staff Muenchen serta pendukung mereka yang bersedih, demikian juga Tottenham Hotspur yang notabene tim sekota Chelsea dan diarsiteki oleh om-nya Frank Lampard harus gagal mengikuti Liga Champion Eropa musim mendatang.

Apapun itu selamat kepada Chelsea, semoga mereka mampu merengkuh Piala Super Eropa kelak saat menghadapi Atletico Madrid yang kalo gak salah akan dimainkan di Stade Louis II, Monaco.

0 comments:

Poskan Komentar

Sharing Moments, Berbagi Untuk Kebaikan...