Banjarmasin Bungas Banjarmasin Bungas | Sharing Moments Banjarmasin Bungas | Sharing Moments Sharing Moments, Berbagi Untuk Kebaikan , memberikan inspirasi bagi sesama agar hidup ini menjadi lebih bahagia

Sabtu, 28 Januari 2012

Banjarmasin Bungas

Setelah bulan Desember lalu melakukan perjalanan dinas ke Pontianak pada Januari ini saya kembali melakukan perjalanan dinas ke Kalimantan yang pada jaman kolonial Belanda dikenal dengan nama Borneo. Pulau ketiga terbesar didunia yang banyak terdapat aliran sungai ini menyimpan segudang kekayaan alam, mulai dari luasnya hutan yang merupakan paru-paru dunia sampai kandungan gas alam dan mineral didalam perut buminya.

Perjalan pertama saya menuju Banjarmasin, Ibukota Kalimantan Selatan. Kota yang dijuluki “kota seribu sungai” yang dikenal dengan kulinernya Soto Banjar. Pertama mendaratkan kaki di Bandara Internasional Sepinggan saya sudah penasaran seperti apa rasa soto Banjar di daerah asalnya dan kaya apa sih sungai-sungai di Banjarmasin ini.

Perjalanan dari bandara Sepinggan menuju pusat kota memakan waktu kurang lebih satu jam, jaraknya lumayan jauh namun karena jalanannya tidak semacet Jakarta jadi waktu tempuhnya kira-kira sesuai dengan jaraknya lah. Belakangan setelah merasakan jalanan di Banjarmasin ternyata arus lalu-lintasnya mulai padat dan terdapat beberapa titik kemacetan.

Kesan pertama lainnya yang menarik adalah di Banjarmasin ini banyak sekali mobil jenis double cabin dari berbagai pabrikan yang di Jakarta mungkin populasinya masih sedikit, padahal kalau melihat harga jualnya mobil jenis ini mungkin bisa digolongkan sebagai mobil mewah. Hal ini wajar melihat medan di Banjarmasin dan Kalimantan secara umum yang cukup berat dan banyak terdapat daerah pertambangan, mobil jenis ini menjadi pilihan yang ekonomis.

Untuk urusan transoportasi dalam kota di Banjarmasin tersedia dua jenis angkot (ini yang saya lihat), yang warna merah dan warna biru. Angkot warna biru tarifnya sedikit lebih mahal dibandingkan dengan yang warna merah, saya sendiri tidak tahu persisnya kenapa tapi dari yang saya dengar karena angkot berwarna biru melayani trayek sampai ke luar kota. Di Banjarmasin juga ada bajaj seperti yang ada di Jakarta, selain itu juga terdapat becak yang juga ada di Jakarta tempoe doeloe. Untuk taksi agak berbeda dengan kondisi di Pontianak yang sangat sulit mendapatkan taksi (bahkan saya sempat berpikir tidak ada taksi selain taksi bandara), di Banjarmasin relative lebih banyak. Hanya saja taksi di Banjarmasin dikenakan tarif minimum Rp. 25.000,00, jadi jika anda sudah sampai di tempat tujuan dan angka yang tertera di argometer kurang dari Rp. 25.000,00 anda harus mengeluarkan uang sebesar tarif minimum tersebut.

Segitu dulu cerita tentang Banjarmasin, dalam kesempatan terpisah saya mau berbagi tentang kuliner yang ada di Banjarmasin…tunggu kisah dan reviewnya ya J


Balikpapan, 28 Januari 2012

0 comments:

Poskan Komentar

Sharing Moments, Berbagi Untuk Kebaikan...