MAJU TERUS GARUDA MUDA....!!! MAJU TERUS GARUDA MUDA....!!! | Sharing Moments MAJU TERUS GARUDA MUDA....!!! | Sharing Moments Sharing Moments, Berbagi Untuk Kebaikan , memberikan inspirasi bagi sesama agar hidup ini menjadi lebih bahagia

Selasa, 22 November 2011

MAJU TERUS GARUDA MUDA....!!!


Akhirnya Indonesia kembali harus gigit jari, penantian selama 20 tahun harus diperpanjang, asa untuk menggelar pesta kemenangan di seantero negri pupus seiring kekalahan TIMNAS dari negri yang katanya serumpun Malaysia lewat drama tos-tosan.

Saya bukan komentator olahraga yang pandai mengomentari pertandingan baik dari sisi teknis maupun non teknis. Buat saya, yang menyaksikan langsung di stadion GBK apa yang Garuda-Garuda Muda lakukan sudah luar biasa, secara permainan mereka tidak kalah, lawan yang dihadapi juga bukan main-main, menyandang gelar juara bertahan dan pada kenyataanya yang saya lihat langsung kemarin mnereka memiliki organisasi permainan yang baik, benar-benar lawan yang tangguh.

Apa yang dicapai Garuda-Garuda Muda buat saya sendiri sudah cukup membanggakan. Ya memang hasilnya mengecewakan, tapi dibalik itu terdapat energy yang luar biasa, tehnik permainan yang mulai berkembang, padahal mereka bukanlah produk dari system kompetisi yang berkesinambungan, hanya sekumpulan orang yang dipilih, dikumpulkan dan dibina dalam waktu yang singkat untuk menghadapi sebuah turnamen dengan lawan-lawan yang cukup sepadan dengan waktu persiapan yang jauh lebih baik dari mereka.
Dilain hal mereka juga telah membangkitkan semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme pada hampir semua lapisan masyarakat Indonesia, lihat saja yang datang langsung ke stadion menyaksikan TIMNAS bermain baik itu senior maupun junior sekarang ini tidak didominasi oleh kaum adam, tapi juga kaum hawa, mereka tidak hanya datang untuk mendampingi suami atau kekasih tapi beberapa dari mereka datang berkelompok sesame kaum hawa. Penonton tidak juga didominasi kaum muda atasu setengah baya, tapi juga dari Balita sampai orang tua yang mungkin pantas saya panggil kakek. Tidak juga didominasi pelajar atau anak kuliahan, tapi juga pekerja kantoran mulai dari staff sampai pimpinan perusahaan, buruh, pedagang, bahkan mungkin petani. Sebuah pemandangan yang menggetarkan dan membanggakan.

Saya sendiri datang bersama seorang teman, berangkat dari kantor sudah sore, kira-kira pukul 17:40, berharap dapat masuk stadion sebelum lagu Indonesia Raya dikumandangkan, itulah momen yang selalu menggetarkan jiwa dan membasuh kalbu dengan semangat kebangsaan. Hari itu kondisi lalu-lintas dari kantor kami di bilangan senen menuju Senayan cukup lancer, sebuah pemandangan yang tidak biasa untuk kota Jakarta yang sehari-harinya saja sudah macet. Antrian kendaraan baru terjadi mulai dari POLDA. Setelah turun di jembatan penyebrangan dekat POLDA kami bergegas menuju stadion GBK.

Wooowwww….luar biasa, yang kami dapati begitu memasuki kompleks GBK adalah lautan manusia, dengan semua atribut merah putih, tampilan-tampilan unik dan tabuhan gendering dan alat musik lainnya, mereka ingin menyaksikan dan merasakan langsung momen pentahbisan Indonesia menjadi Jawara Asia Tenggara. Ada Orang bule yang menggendong anaknya dengan seragam Indonesia, ada sekelompok wanita-wanita (Indonesian’s angels) bak artis yang datang dengan atribut TIMNAS, dan masih banyak lagimasyarakat yang memadati kompleks GBK, padahal waktu itu jam sudah menunjukkan 18:30.

Biasanya tidak terlalu sulit masuk ke dalam stadion walau pertandingan sudah mau dimulai, tapi kali ini luar biasa, saya dan teman saya kesulitan menembus ke dalam pelataran stadion GBK.  Butuh perjuangan ekstra, berdesak-desakan dan dorong-dorongan menjadi pemandangan umum disitu. Ketika kami akhirnya berhasil masuk dalam pelataran stadion GBK kami masih harus berjuang masuk ke dalam stadion. Kami melihat antrian yang luar biasa di depan setiap pintu masuk stadion di seluruh kategori. Banyak sekali masyarakat yang mengacung-acungkan tiket untuk masuk ke stadion, namun sepertinya tidak digubris pihak keamanan karena sepertinya pintu sudah ditutup.

Karena dari awal saya dan teman bertekad untuk masuk ke dalam stadion maka kami nekad untuk menembus kerumunan orang, sambil mengikuti gerakan massa kami merangsek terus mendekati pintu masuk. Dalam perjalanannya saya melihat beberapa orang sudah menyerah karena kehabisan nafas, beberapa dari mereka adalah kaum hawa bahkan ada anak kecil yang terjebak didalam kerumunan tersebut. Kami berhasil masuk dan akhirnya berada di depan pintu masuk ke dalam stadion. Saya melihat beberapa anggota kepolisian salah satunya dengan topi pet berwarna biru yang sepertinya pemberi komando kepada rekan-rekan polisi yang lain.
Sekelompok orang dengan tetabuhan yang berada didekat saya memohon-mohon kepada pihak kepolisian untuk membukakan pintu masuk, awalnya polisi akan membukakan pintu asal kita mau mundur beberapa meter, sekali kesempatan kami mundur tapi pintu belum dibukakan, beberapa saat kemudian polisi kembali memerintahkan kami agar mundur supaya pintu dapat dibuka, kembali kami mundur namum pintu tidak kunjung dibuka. Setelah melalui proses negosiasi akhirnya pintu kecil yang berada ditengah dibuka, disinilah pertarungan untuk masuk kembali dimulai, massa merangsek masuk, dorong-mendorong terjadi, dengan segala kekuatan saya mencoba bertahan mengikuti aliran manusi sambil coba masuk ke dalam. Namun sial, ada besi pembatas antrian menuju pintu yang terbuka tersebut, saya melihat ketika itu aparat kepolisian sudah tidak ada ditempat. Akhirnya beberapa orang yang berada di depan baris antrian saya mencoba mendobrak pintu lain yang masih tertutup, dengan semangat saling membantu massa yang sudah berada di dalam ikut menendang-nendang pintu yang tidak lama berhasil dijebol. Dibagian lain massa juga mencoba mendobrak pintu antrian sebelah kiri, saya tidak memperhatikan lagi apakah pintu itu berhasil dibuka karena saya dan teman saya langsung naik ke atas.

Kami sebenarnya sudah tidak berharap dapat mendengarkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan, mengingat lebih dari setengah jam kami berdesak-desakan untuk dapat masuk ke dalam stadion tadi. Kami berpikir paling tidak kami dapat menyaksikan pertandingan langsung walau hanya setengah babak. Namun ternyata setelah berada di dalam stadion kami melihat bahwa pertandingan belum dimulai, alangkah senangnya kami. Tekad, niat dan perjuangan kami masuk ke dalam stadion terbayar dengan terpenuhinya keinginan kami. Sambil berharap keinginan kami yang lain yaitu menyaksikan langsung pengalungan medali emas kepada TIMNAS Indonesia kami terus berteriak-teriak menyemangati para punggawa Garuda Muda.

Namun hasil menentukan lain, keinginan kami tersebut harus kandas seiring gagalnya tandangan pinalti dari Ferdinand Sinaga dan berhasilnya penendang pinalti terakhir Malaysia Baddrol Bachtiar melesakkan bola ke gawang walau sempat ditepis kipper Kurnia Mega. Yang terlihat setelah itu justru kebalikan dari apa yang diangan-angankan, semua tertunduk lemas, termasuk para punggawa Garuda Muda. Namun tidak lama terdengar dengan kompaknya lantunan disertai tetabuhan dan bunyi-bunyian lainnya yang mengiringi koor lebih dari 100 ribu orang yang memadati stadion….INDONESIA…..INDONESIA…..INDONESIA…..untuk menyemangati dan mengangkat spirit para punggawa Garuda Muda yang telah berjuang dengan sebaik-baiknya dan mengeluarkan kemampuan terbaik yang mereka miliki.

Kali ini agak berbeda pemandangannya dari pertandingan sebelumnya antara Indonesia melawan Bahrain yang saya saksikan langsung juga, dimana aneka botol air mineral beterbangan ke tengah lapangan dan petasan membahana disana-sini. Kali ini penonton berangsur-angsur meninggalkan stadion dan kompleks GBK dengan tenang dan tanpa keributan yang berarti. Masyarakat sadar bahwa Garuda-Garuda Muda telah berjuang maksimal untuk memberikan hasil terbaik, hanya saja hasil tidak sesuai harapan. Ini bisa dijadikan pelajaran dilain waktu agar kita dapat meraih prestasi tertinggi, tidak hanya tingkat Asia Tenggara tapi juga tingkat Asia bahkan dunia…..wish someday it will happen J

Selain “cacat” hasil pertandingan Indonesia melawan Malaysia juga menyisakan duka lain, dengan berpulangnya 2 suporter Indonesia saat berdesak-desakan masuk kedalam stadion. Simpati dan dukacita untuk kedua keluarga besar korban, semoga kejadian ini dijadikan pelajaran oleh PSSI untuk meningkatkan manajemen supporter, karena mereka adalah asset berharga pengembangan sepakbola di Indonesia selain tentunya para pemain itu sendiri.

Bravo Garuda-Garuda Muda……Tetap Kepakkan sayapmu dan terbanglah yang tinggi ke langit prestasi… Kami akan selalu mendukungmu dan akan selalu menemanimu…..

From:  Suporter TIMNAS INDONESIA BUKAN SUPORTER PSSI….!!!! (HSI/HIS)

0 comments:

Poskan Komentar

Sharing Moments, Berbagi Untuk Kebaikan...