Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Januari 2013

"El Clasico" Manchester United versus Liverpool

Jelang pertandingan derbi North West Liga Inggris antara Manchester United versus Liverpool yang ke-187 musim 2012/2013 ini kita lihat beberapa catatan mengenai Red Derbi yang rencananya akan dipimpin oleh wasit Howard Webb tersebut yuk…

Pertandingan yang akan dimainkan pada 13 Januari 2013 jam 20.30 WIB di Old Trafford tersebut merupakan laga ke 187 dan merupakan laga ke 80 dimana Manchester United bertindak sebagai tuan rumah. Dari 186 pertandingan sebelumnya Manchester United memenangkan 73 sementara Liverpool memenangkan 62 pertandingan dan sisanya 51 pertandingan berkesudahan seri.

Dari 79 laga yang sudah dimain saat Manchester United menjadi tuan rumah rekor berpihak pada MU dengan 39 menang, 25 seri dan Liverpool hanya memenangkan 15 pertandingan. Untuk pertemuan di Liga Inggris, dari 159 kali pertemua rekor juga berpihak pada United dengan memenangkan 62 laga, 44 kali seri dan 53 laga dimenangkan Liverpool.

Kemenangan terbesar dalam duel Derbi North West ini terjadi pada pertemuan resmi pertama saat Liverpool mengalahkan Manchester United yang saat itu masih bernama Newton Heath di Anfield Stadium 12 Oktober 1895, dengan skor akhir 7-1 untuk Liverpool.

Pemain terakhir yang pernah bermain untuk kedua klub adalah Michael Owen, sebelumnya ada Peter Beardsley dan Paul Ince. Namun pemain terakhir yang langsung berpindah klub diantara keduanya adalah Phil Chisnall yang pindah dari Manchester United ke Liverpool seharga 25 ribu poundsterling pada April 1964.

Banyak kisah yang sudah mewarnai “El Clasico” versi Liga Inggris ini, mulai dari isu rasis yang melibatkan Luis Suarez dan Patrice Evra, sampai keputusan-keputusan kontroversial sang pengadil di lapangan, seperti yang terjadi kala Howard Webb memimpin pertandingan FA Cup 9 Januari 2011 yang juga berlangsung di Old Trafford. Kala itu pada menit ke-2 Manchester United mendapatkan pinalti yang dieksekusi dengan baik oleh Ryan Giggs. Pinalti diberikan setelah Daniel Agger melanggar Dimitar Berbatov di kotak pinalti Liverpool. Tak cuma itu, Howard Webb juga mengganjar kapten Liverpool, Steven Gerrard dengan kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Michael Carrick.

Kesuksesan Manchester United mendobrak kemapanan Liverpool di era 90-an takdipungkiriberkat tangan dingin sang Gaffer, Alex Ferguson. Dari 73 kemenangan Manchester United atas Liverpool 28 (38%) diantaranya kala diarsiteki pria kelahiran Glasgow, Skotlandia 71 tahun silam. Pria yang merupakan manager terlama yang menukangi satu klub di Liga Inggris tersebut merupakan legenda bagi Manchester United, bersama United pria yang mendapatkan gelar Officer of the Order of The Bristish Empire (OBE) tahun 1983 kemudian gelar Commander of the Order of The British Empire (CBE) tahun 1995 dan gelar Knight Bachelor (Kt.) tahun 1999 dari Kerajaan Inggris tersebut telah mengoleksi 37 gelar domestik dan Internasional. Sebelumnya Sir Alex Ferguson meraih 1 titel bersama St. Mirren di Divisi Satu Liga Skotlandia dan 10 titel bersama Aberdeen di berbagai ajang domestik dan internasional.

Mengingat disaat yang bersamaan Manchester City yang merupakan rival terdekat Manchester United dalam perburuan gelar musim 2012/2013 ini akan menghadapi Arsenal di Emirates Stadium tak pelak menjadikan hasil laga Manchester United kontra Liverpool ini bisa jadi menentukan hasil akhir Liga Inggris nanti. Sampai dengan pekan ke-21 ini United masih memimpin dengan 7 poin dari rival sekotanya tersebut.

Pada pertemuan pertama di Anfield, United berhasil menumbangkan Liverpool dengan skor akhir 2-1. Dalam laga yang dipimpin wasit Mark Halsey tersebut Jonjon Shelvey (Liverpool) diganjar kartu merah pada menit 39 setelah melanggar Jonny Evans. Gol kemenangan United dicetak Robin Van Persie pada menit ke-81 melalui titik pinalti, Pinalti diberikan setelah wasit mengganggap Glen Johnson melanggar Antonio Valencia.

Oh iya, laga ini juga menjadi persaingan Robin Van Persie dan Luis Suarez sebagai pencetak gol terbanyak liga Inggris, RvP sementara memimpin dengan 16 gol disusul Suarez dengan 15 gol. RvP telah bermain 21 kali dengan total 1.666 menit sementara Suarez telah bermain dalam 20 pertandingan dengan total 1.797 menit. Akurasi tembakan RvP sampai dengan minggu k eke-21 ini yaitu 50,8% sementara Suarez 45,7%. Sementara untuk assist Gerrard telah melakukan delapan assists disusul Rooney dengan 7 assists dan RvP dengan 6 assists. 

Dengan sejarah pertemuan dan rivalitas yang panjang pertandingan Manchester melawan United selalu menjadi pertandingan yang seru dan wajib ditonton bagi penikmat sepakbola. Maka jangan lewatkan laga ini yang akan disiarkan secara langsung oleh GlobalTV pada hari minggu, 13 Januari 2013 jam 20.30 WIB.

Happy Watching.....
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 04 Januari 2013

Kakak Beradik di Manchester United

Melihat pemain kembar memiliki hobi yang sama rasanya menarik, apalagi jika mereka berada dalam satu klub yang sama. Nah kali ini saya coba berbagi pemain bersaudara ataupun pemain kembar yang pernah bermain untuk Manchester United, pemegang tropi terbanyak Liga Inggris sampai dengan 2013.

Michael Keane dan Will Keane merupakan pemain bersaudara terkahir yang berada di skuad United, mereka berdua juga saudara kembar. Keduanya dilahirkan pada 11 Januari 1993 di Stockport, Inggris. Keduanya bergabung pada 2009 dan menandatangani kontrak professional pada 2011.

Michael yang bernama lengkap Michael Vincent Keane bermain di lini pertahanan dan pernah dipinjamkan ke Leicester City pada 2012 yang lalu. Michael juga pernah bermain untuk Republik Irlandia U17 sebanyak 2 kali dan kemudian bermain tim nasional Inggris U19 sebanyak 5 kali. Berbeda dari saudara kembarnya Will Keane yang bernama lengkap William David Keane berposisi sebagai penyerang dan sejak U16 sampai U21 bermain untuk tim nasional Inggris serta belum pernah dipinjamkan ke klub lain.

Sebelum Keane bersaudara ada “da Silva” bersaudara yang juga merupakan saudara kembar. Rafael Pereira da Silva dan Fabio Pereira da Silva dilahirkan di Petrópolis, Rio de Jeneiro, Brazil pada 9 Juli 1990, keduanya bermain sebagai pemain bertahan. Pada musim 2012 ini Fabio da Silva dipinjamkan ke Queens Park Ranger dan sudah bermain 9 kali termasuk saat mengalahkan Chelsea 3 Januari 2013 yang lalu. Sebelum bergabung dengan United keduanya bergabung dengan klub liga Brazil Fluminense.

Kemudian ada lagi Eckersley bersaudara namun bukan saudara kembar. Adam Eckersley yang bernama lengkap Adam James Eckersley yang terlahir di Worsley, Inggris pada 7 September 1985 merupakan saudara tua Richard Jon Eckersley yang dilahirkan ditempat yang sama pada 12 Maret 1989. Keduanya sama-sama bermain di lini pertahanan, bedanya Adam bermain disisi kiri sementara Richard bermain di sentral pertahanan. Keduanya sekarang sudah tidak bermain di United, Adam Eckersley sekarang bermain di AGF yang merupakan anggota Liga Denmark setelah sebelumnya berturut-turut dipinjamkan ke Royal Antwerp, Brondby, Barnsley dan terakhir Port Vale sebelum akhirnya bermain penuh untuk Port Vale dan kemudian ke Horsens (Liga Denmark) dan akhirnya berlabuh di AGF. Sementara adiknya Richard sekarang bermain di Toronto FC anggota MLS (Liga Profesional Amerika Serikat) setelah sebelumnya bermain untuk Burnley, Plymouth Argyle, Bradford City dan Bury.

Yang cukup dikenal penikmat sepakbola mungki Neville bersaudara, Gary Neville dan Phillip Neville. Keduanya merupakan jebolan akademi Manchester United. Gary yang lebih tua 2 tahun mengakhiri karirnya di United sementara adiknya Phillip Neville masih sekarang ini masih bermain untuk Everton setelah 10 tahun bermain untuk United dan merasakan 6 titel Liga Inggris, 3 titel piala FA, dan 1 titel piala Liga Champion bersama United. Gary Neville yang bernama lengkap Gary Alexander Neville dilahirkan di Bury, Lancashire, Inggris pada 18 Februari 1975 sementara adiknya Phillip John Neville dilahirkan pada 21 Januari 1977 ditempat yang sama. Phillip Neville memiliki saudara kembar Tracey Neville yang merupakan seorang pemain bola keranjang yang pernah bermain bagi timnas wanita bola keranjang Inggris. Sepanjang karirnya Gary Neville sudah bermain 602 kali bagi United di semua ajang dan mencetak 7 gol, sementara Phillip Neville bermain sebanyak 386 kali dan telah mencetak 8 gol bagi United. Gary Neville selama karirnya bermain disisi kanan pertahanan United sementara Phillip Neville lebih fleksibel karena bisa dimainkan sebagai pemain bertahan maupun pemain tengah.

Sebelum mereka ada Martin Buchan yang bermain untuk United 1972-1983 yang merupakan saudara tua dari George Buchan yang bermain pada1973, keduanya berkewarganegaraan Skotlandia. Kemudian ada James “Jimmy” Greenhoff yang bermain dari 1976 sampai 1981 yang merupakan kakak dari Brian Greenhoff yang bermain lebih awal dari kakaknya tersebut dari tahun 1973 – 1979, keduanya berkewarganegaraan Inggris.

Adalagi James Bain dan adiknya David Bain yang berkewarganegaraan Skotlandia, keduanya sama-sama memulai karir di United tahun 1922 namun David Bain keluar lebih awal yaitu pada tahun 1924 ke Everton sementara James Bain keluar 4 tahun kemudian (1928) ke Brentford. James Hodge dan John Hodge kemudian Charles Rothwell dan Herbert Rothwell, Thomas Fitzimmons dan David Fitzimmons, Fredrick Erentz dan Henry Erentz, terakhir Jack Doughty dan Roger Doughty merupakan pemain kakak beradik lainnya yang pernah bermain untuk United.

Jadi ada 12 pasang kakak beradik yang pernah bermain untuk Manchester United dan 2 pasang yang sekarang ini masih terdaftar sebagai pemain United merupakan saudara kembar.

Sampai jumpa ditulisan berikutnya.
»»  Baca Selengkapnya...

Selasa, 17 Juli 2012

Waktunya Bagi Garuda Muda


Pertandingan Piala Eropa telah berakhir dengan hasil Spanyol menjadi Negara pertama yang berhasil mempertahankan gelar sebagai Juara Piala Eropa. Tidak lama berselang kita disuguhkan sebuah kompetisi lain yaitu babak kualifikasi Piala Asia U-22 2013. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah grup E yang dihuni Rangking 1 dan rangking 2 AFC (Konfederasi Sepakbola Asia) yaitu Jepang dan Australia serta Singapura, Timor Leste dan Makau. Memperebutkan 2 tiket ke putaran final + 1 ranking tiga terbaik akhirnya Jepang dan Australia lolos mewakili grup E ke putaran final, sementara Timnas Indonesia walau menempati posisi ke-tiga gagal melenggang setelah hanya mampu meraih 6 poin dari 5 pertandingan yang dimainkan, kalah dari Oman yang meraih nilai 7.

Lho, kog Indonesia Cuma 6 poin yang dihitung?? Berhubung grup D hanya terdapat 5 negara maka grup lain yang berisi 6 negara maka poin yang dihitung yaitu setelah dikurangi poin yang diraih dari tim juru kunci (Indonesia Poin 9 dikurangi 3 poin hasil melawan Timor Leste). Hanya Myanmar wakil ASEAN yang berhasil lolos ke putaran final setelah menjadi runner up dibawah Korea Selatan di grup G dimana hanya kalah selisih gol setelah meraih poin sama dengan Korea Selatan. Myanmar juga berhasil menahan imbang Korea Selatan 0-0. Grup ini juga dihuni 3 negara lain dari ASEAN yaitu Philipina, Vietnam dan tuan rumah Malaysia.

Nah saya coba belajar jadi komentator lagi ah, memang belum tentu bisa melakukannya sih tapi paling gak ikut mikirin perkembangan sepakbola kita…hehehehe. Melihat permainan Timnas Garuda Muda kemarin sih saya cukup terpesona, mereka berusaha dan mampu memainkan umpan-umpan pendek khas tiki-taka walau mungkin perlu lebih banyak pengembangan tetapi paling tidak ada setitik harapan melihat gaya permainan punggawa-punggawa Garuda Muda. Bermain berani dan agresif sudah terlihat walau mungkin belum banyak variasi serangan yang dilakukan, skill-nya pun sudah baik dan mampu menciptakan beraneka peluang menciptakan gol. Masih banyak yang harus dibenahi sih memang, soal stamina dan kontrol emosi misalnya, jika saja 2 kendala ini bisa dibenahi mungkin Timnas Muda ini bisa berbicara banyak di level Internasional, gak cuma level domestik atau Asia saja.

Kerjasama antar mereka pun cukup baik walau mereka datang dari berbagai klub dan latar belakang. Agung Supriyanto pencetak 4 gol selama kualifikasi berasal dari klub PPSM Kartika Nusantara asal Magelang juga merupakan anggota TNI, andalan Indonesia sekaligus kapten tim Andik Vermansyah berasal dari klub Persebaya 1927 (IPL) dan pemain tengah lainnya Adi Bayauw merupakan pemain asal klub  Persija Jakarta (IPL), ada pula pemain asal Semen Padang Yosua Pahabol yang baru berusia 18 tahun, mereka bahu-membahu berusaha meloloskan Timnas Indonesia ke putaran final dengan segala kemampuan yang dimiliki, dan permainan mereka juga menarik ditonton dan mampu menyuguhkan permainan yang menawan, mungkin dengan memperbanyak jam terbang melawan tim-tim yang kelasnya berada diatas mereka dapat mengasah kemampuan dan mental bertanding.

Disamping nama-nama terdapat pula beberapa nama yang sudah dikenal luas yang sebelumnya pernah membela Timnas U-22, mereka diantaranya Kurnia Meiga, Andritany Ardhiyasa yang berposisi penjaga gawang, kemudian Gunawan Dwi Cahyo, Diego Michels dan Hasyim Kipuw di sektor pertahanan, di sektor tengah ada Egi Melgiansyah, Oktavianus Maniani dan di sektor  penyerang ada Yongki Aribowo, Titus Bonai, Patrick Wanggai bahkan Syamsir Alam asal klub C.S. Visé (Belgia) juga pernah jadi punggawa Timnas U-22. Jadi sebenarnya kita memiliki banyak talenta muda yang jika terus diasah dan dijaga dengan baik bukan tidak mungkin mereka akan membawa Indonesia ke pentas dunia dan mengharumkan nama bangsa.

Tapi anehnya ketika mereka beranjak ke Timnas Senior seolah kemampuan dan ketrampilan mereka di lapangan terlihat berbeda, entah karena kemampuan lawan yang justru berkembang lebih pesat dari perkembangan Timnas atau karena memang kualitas Timnas kita yang tidak berkembang sama sekali atau bisa jadi karena kedua factor tersebut terjadi secara bersamaan, karena faktanya Timnas Senior kita tidak mampu berbicara banyak bahkan untuk level ASEAN.         Lihat saja bagaimana perkembangan sepakbola Vietnam dan Myanmar yang notabene mengandalkan produk lokal, Philipina pun berkembang cukup pesat walau mereka mungkin agak berbeda karena ada faktor naturalisasi pemain, jadi sebenarnya naturalisasi  pemain bukanlah harga mati untuk perkembangan sepakbola karena Vietnam yang sekarang memuncaki ranking di ASEAN sesuai release FIFA bulan Juli masih mengandalkan produk lokalnya. Indonesia dengan segudang talenta-talenta muda sebenarnya memiliki peluang yang banyak untuk berbicara di kancah persepakbolaan dunia, Jepang saja yang jumlah SDM-nya jauh lebih sedikit bisa berbicara di pentas dunia apalagi Indonesia, ya gak.? Ini kalo bicara harusnya sih.

Kalo diliat antusiasme juga Indonesia luar biasa, bagaimana sambutan masyarakat ketika klub-klub ternama datang ke Indonesia, bahkan rencana kedatangan klub seperti QPR saja mampu menyedot atensi yang luar biasa, itu juga kan sebuah modal, bahwa masyarakat mau mengeluarkan dana yang tidak bisa dibilang sedikit untuk mendapatkan tontonan yang berkualitas. Lihat juga bagaimana masyarakat di Pekanbaru memadati stadion setiap Timnas Garuda Muda bertanding didalam kualifikasi Piala Asia U-22 2013 kemarin, luar biasa bukan? Itu untuk level Junior, yang mungkin di Negara tidak seantusias di Indonesia. Semua itu modal untuk membangun sepakbola Indonesia menjadi sebuah industry, namun sebelumnya para pelaku sepakbola juga perlu meningkatkan kualitas sajiannya dan profesionalismenya, gak Cuma mikirin uang..uang… dan uang, karena dari sejarahnya sepakola Indonesia merupakan suatu alat untuk mempersatukan bangsa dan menumbuhkan rasa nasionalisme.

Saya sendiri beberapa kali menonton pertandingan Timnas Senior maupun Junior, baik itu langsung maupun melalui layar kaca merasakan aura betapa dashyatnya pesona dan antusiasme masyarakat dalam menyaksikan dan mendukung pertandingan Timnas, ini sebuah bukti bahwa masyarakat selalu mendukung dan menantikan prestasi Timnas walau beberapa kali dikecewakan dengan hasil yang diraih. Permainan Timnas Indonesia juga tidak buruk, masyarakat Indonesia selalu mengapresiasi sejauh Timnas sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya, sebaliknya jika bermain malas-malasan penonton tidak segan-segan memompa semangat dan beberapa mencemooh, itu semua karena kecintaan mereka pada Timnas.
Setelah gagal di kualifikasi Piala Dunia 2014 yang diselenggarakan di Brazil, selayaknya Timnas melakukan regenerasi dan mempercayakan pemain-pemain muda untuk berkompetisi di level senior, lihat saja bagaimana Jepang meregenerasi pemainnya pun hal yang sama dilakukan tim sekelas Jerman, Spanyol, Brazil dan Argentina, dengan memberikan kesempatan yang lebih banyak kepada pemain muda akan membantu mereka dalam mengembangkan permainan dan memupus kesenjangan/gap antara pemain senior dan junior sekaligus menjaga kesinambungan kualitas permainan dan kerjasama antara pemain, syukur-syukur mereka melahirkan prestasi dalam waktu dekat ini.

Piala AFF 2012 misalnya, bisa menjadi ajang untuk menempa para punggawa muda Garuda, satu grup bersama Singapura, runner up kualifikasi dan Juara bertahan sekaligus tuan rumah Grup B Malaysia. Berada satu grup dengan Malaysia yang secara tradisional merupakan lawan yang kerap memberikan perlawanan dengan tensi tinggi tentunya sebuah ajang yang mereka butuhkan untuk melatih mental bertanding, tentunya dengan didampingi beberapa pemain senior. Kita lihat saja apakah Timnas yang dikirim ke Piala AFF nanti akan berisi pemain-pemain muda atau kembali dipercayakan pada pemain-pemain naturalisasi yang level permainannya juga bagus namun untuk masa depan sepakbola Indonesia sih saya lebih pilih pemain-pemain muda.
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 29 Juni 2012

Final Piala Eropa 2012 - Ulasan Kekuatan


Setelah sejarah pertemuan finalis EURO 2012 pada tulisan sebelumnya sekarang saya mau mencoba membedah kekuatan dari ke dua tim tersebut, itung-itung belajar jadi komentator…hehehe….

Spanyol pada Piala Eropa kali ini agak berbeda, ketajaman strikernya berkurang, pada Piala Eropa 2008 yang lalu sampai babak semifinal para jugador Spayol sudah mencetak 11 gol sementara Piala Eropa 2012 ini sejauh ini baru mencetak 8 gol, masih kalah dari Jerman yang sanggup mencetak 10 gol walau sudah gugur dikalahkan Italia di semifinal. Penurunan ini bisa jadi karena tidak striker murni yang memiliki ketajaman seperti yang diperlihatkan David Villa pada Piala Eropa sebelumnya, sayangnya Villa terpaksa absen karena cedera dan tidak ikut andil dalam Piala Eropa 2012 ini.

Dari 4 Striker murni yang dibawa sang manajer Vicente del Bosque yaitu Pedro Rodríguez, Fernando Torres, Álvaro Negredo dan Fernando Llorente, 3 pemain sudah diturunkan. Torres turun sebagai starter ketika menghadapi Republik Irlandia dan Kroasia dan mampu mencetak 2 gol yang dibukukan saat melawan Republik Irlandia, Torres juga turun pada laga pertama melawan Italia dan pada saat melawan Perancis dimana keduanya menggantikan Fabregas. Negredo turun sebagai starter pada pertandingan perempatfinal melawan Portugal dan turun sebagai pemain pengganti pada saat melawan Kroasia, sementara Pedro menggantikan David Silva pada laga melawan Perancis dan pada laga melawan Portugal turun menggantikan Xavi. Sementara Llorente sejauh ini belum pernah diturunkan baik sebagai starter maupun pemain pengganti.

Terlihat Del Bosque cukup kebingungan menetapkan pemain-pemain yang menjadi target man, bahkan sampai pertandingan semifinal kemarin mereka tidak pernah bermain penuh dengan striker murni. Sejauh ini mereka memang memiliki penguasaan bola tertinggi diantara tim-tim lainnya, namun tanpa striker murni itu semua kurang memiliki arti bahkan bisa jadi membosankan sama ketika mereka melawan Kroasia dan Portugal. Mereka bermain mengesankan ketika melawan Republik Irlandia, itupun sebelum Torres akhirnya ditarik keluar menit ke 74 dan pada saat menghadapi Perancis itupun pada babak kedua yang uniknya ketika Torres masuk pada menit ke 64.

Torres mungkin tidak sedang dalam top form-nya, tapi rasanya saat ini Spanyol membutuhkan striker murni dalam line-up nya bukan hanya untuk mengkonversi permain tiki-taka menjadi gol tapi juga pengalih perhatian barisan belakang Italia agar kreatifitas pemain tengah Spanyol yang kualitasnya diatas rata-rata dapat lebih berkembang dan mungkin saja menjadi goal getter karena barisan belakang Italia terfokus menjaga Torres.

Untuk pemain tengah dan belakang Spanyol tidak perlu diragukan lagi, sejauh ini setelah gol Di Natale gawang Iker Cassilas tercatat tidak pernah kebobolan lagi, ini menandakan sejauh ini pemain belakang Spanyol mampu meredam serangan lawan yang dihadapi, hanya eksplosifitas, agresifitas dan kecepatan sayap pemain-pemain Portugal yang mampu meredam penguasaan bola dan memberikan tekanan ke jantung pertahanan Spanyol. Christiano Ronaldo, Nani dan Hugo Almeida paling tidak beberapa kali mengancam gawang Cassilas. Namun tangguhnya barisan belakang Spanyol yang digalang Cassilas mampu menghindari mereka dari kebobolan.

Sementara pemain tengah Spanyol menurut saya yang paling lengkap dalam Piala Eropa ini, penguasaan bola yang selalu diatas 50% menjadi salah satu bukti. Kemampuan mereka memainkan bola dari kaki ke kaki, akurasi umpan serta pergerakan pemain mereka terlihat mulus. Passing-passing yang dilakukan Xavi Hernandez, Xabi Alonso dan Anders Iniesta mampu membongkar pertahanan setiap lawan yang dihadapi, hanya saja tumpulnya penyerang Spanyol menjadi catatan sendiri yang membuat hal tersebut tidak berbuah gol-gol. Bahkan pemain bertahan semisal Ramos dan Arbeloa juga masuk daftar pemain yang melepaskan umpan terbanyak namun tetap saja hal tersebut hambar jika minim gol yang tercipta.

Sekarang kita menyeberang ke Italia, kekuatan Italia dalam Piala Eropa ini semakin hari semakin kuat saja. Ditengah problem yang tengah dihadapi asosiasi persepakbolaan yang tengah dihadapi mereka tetap mampu menampilkan permainan terbaik dan tidak mempengaruhi permainan mereka, ciri profesionalitas yang dijunjung tinggi pemain.
Sempat kesulitan dalam 2 pertandingan awal dimana mereka hanya mendapatkan hasil imbang 1-1 melawan Spanyol dan Kroasia, akhirnya mereka memastikan lolos setelah mengalahkan Republik Irlandia 2-0 lewat gol Cassano dan Balotelli, pemain terakhir juga menjadi penentu kemenangan Italia atas Jerman dengan 2 golnya.

Italia konsisten memainkan 2 striker utama di depan, Balotelli dan Cassano menjadi pilihan utama sebagai starter hanya sekali Italia tidak menurunkan duet tersebut, yaitu pada pertandingan melawan Republik Irlandia dimana duet yang diturunkan adalah Cassano dan Di Natale. Dari 6 gol Italia 5 diantaranya dicetak oleh penyerang-penyerang mereka, Di Natale menyumbangkan gol saat turun menggantikan Balotelli melawan Spanyol, hal ini dibalas Balotelli saat menggantikan Di Natale pada laga melawan Republik Irlandia plus 2 gol melawan Jerman, dan satu gol lagi dicetak Cassano. Terlihat kemampuan penyerang-penyerang Italia dalam memproduksi gol menjadi ancaman tersendiri bagi pertahanan Spanyol, kekalahan Jerman yang notabene tim yang belum terkalahkan sebelumnya menjadi sinyal bahaya buat Spanyol bahwa secara kualitas Italia tidak berbeda jauh dengan Spanyol.

Italia mulai menemukan formnya ketika Cesare Prandelli menggunakan formasi 4-1-3-2 (offensive) yang digunakan mulai dari pertandingan menghadapi Republik Irlandia. 4 Pemain bertahan yang tidak berdiri sejajar diisi Abate, Barzagli, Bonucci, Balzaretti mampu menampilkan kesolidan pertahanan. Keempat pemain bertahan tersebut sejauh ini mampu memainkan peranannya sebagai tembok di jantung pertahanan Italia. Bonucci yang berusia 25 tahun tidak kikuk berduet dengan sejawatnya Barzagli yang sama-sama bermain di Juventus. 

Pada 2 pertandingan awal Bonucci dipasangkan dengan De Rossi dan Chiellini dengan formasi 3 pemain belakang dan ini terlihat tidak setangguh ketika menggunakan 4 pemain bertahan. Di tiga laga terakhir Italia menggunakan kombinasi Abate, Barzagli, Bonucci, Balzaretti dan Chiellini, hanya sekali Christian Maggio turun sebagai pemain pengganti itupun di injury time. Dengan ketangguhan yang sudah terbukti di tiga pertandingan terakhir rasanya Cesare Prandelli kembali menurunkan kombinasi pertahanan diatara kelima pemain tersebut.

Maju ke tengah, kunci permainan Italia tidak bisa dipungkiri salah satunya adalah Adrea Pirlo. Pemain yang memiliki caps terbanyak kedua di tim saat ini setelah Buffon merupakan otak serangan Italia, dengan akurasi umpan dan efektifitas pergerakan plus memiliki tendangan bebas yang mumpuni wajar Pirlo menjadi andalan di lini tengah Italia. 

Pirlo merupakan satu-satunya pemain yang mencetak gol diluar penyerang memiliki visi permainan yang bagus dan sangat fasih memainkan peran deep playmaker yang belakangan ini jadi trend di beberapa klub sepakbola maupun tim nasional. Pirlo merupakan pemain yang selalu dimainkan dan tidak pernah digantikan sepanjang 5 laga yang sudah dilewati Italia pada Piala Eropa ini, hal ini menggambarkan kebutuhan Italia pada sosok Pirlo walau sudah memasuki usia 34 yang secara fisik dan kecepatan sudah menurun.

Ditengah Italia juga memiliki De Rossi, nah bukannya tadi dia diomongin juga pas bagian lini belakang?? Yup, inilah yang jadi kelebihan De Rossi, dia mampu ditempatkan baik itu menjadi pemain bertahan maupun di lini tengah. Seperti Pirlo, De Rossi juga pemain yang selalu dimainkan dan tidak pernah digantikan. Setelah pada 2 pertandingan awal dia dimainkan sebagai pemain bertahan kemudian dia dikembalikan ke lini tengah dimana dia sering dimainkan mulai dari pertandingan terakhir grup sampai semifinal. Bermain bersama Motta atau Montolivo dan Marchisio lini tengah Italia terlihat kompak. 

Jika Italia mampu menjaga keseimbangan dan bermain lebih dinamis sangat mungkin mereka dapat mengalahkan Spanyol mengingat mereka memiliki penyerang-penyerang eksplosif yang siap menuntaskan peluang yang dikreasi lini tengah.

So, saya rasa pertandingan ini akan menarik jika Italia mau bermain terbuka dan tampil lebih agresif. Mengharapkan hasil seri dan pertadingan harus dituntaskan melalui adu pinalti tentunya sangat riskan, mengingat Spanyol memiliki penjaga gawang yang sama baiknya dengan Italia. Dari kesiapan penendang-penendang pinalti saya rasa keduanya lebih siap mengingat keduanya sudah melewati drama adu pinalti sebelumnya.

Jika saja Del Bosque mau menurunkan striker murni sejak awal dan Cesare Prandelli mau menginstruksikan anak asuhnya bermain lebih terbuka dan agresif tentunya kita akan disuguhkan pertandingan penutup Piala Eropa yang enak ditonton dan tidak membosankan. Kita tunggu saja…Enjoy THE FINAL..!!
»»  Baca Selengkapnya...

Final Piala Eropa (Kilas Balik)


Akhirnya sampai juga kita di final Piala Eropa 2012, pertandingan yang akan dimainkan tanggal 1 Juli 2012 jam 08.45 waktu setempat atau tanggal 2 Juli 2012 pukul 01.45 WIB akan mempertemukan kembali Juara dan Runner Up  C yaitu Spanyol dan Italia. Bagi Spanyol ini merupakan final keempatnya setelah Piala Eropa 1964 (juara), 1984 (Runner Up) dan 2008 (Juara), sementara bagi Italia tampil di Final Piala Eropa kali ini menghapuskan penantian 12 tahun dan merupakan final ke-3 bagi mereka setelah sebelumnya menjadi juara pada Piala Eropa 1968 dan Runner Up di tahun 2000. Jadi final ini memiliki arti tersendiri buat masing-masing tim, jika Spanyol menang maka mereka menciptakan sejarah menjadi Negara pertama yang meraih trofi 2 kali berturut-turut sementara untuk Italia jika mereka berhasil memenangkan pertandingan menghapuskan puasa gelar selama 24 tahun di kancah Piala Eropa.

Sekedar refresh, pada saat pertandingan grup yang lalu hasil pertandingan 1-1, gol masing-masing dicetak oleh Antonio Di Natale untuk Italia dan Cesc Fabregas untuk Spanyol. Ini merupakan hasil seri ke-2 sepanjang pertemuan mereka dlm Piala Eropa setekah sebelumnya pada Piala Eropa 1980 di Italia mereka juga berada dalam 1 grup dan ketika itu berbagi angka 0-0, Italia akhirnya lolos sampai ke semifinal sementara Spanyol kandas di putaran grup setelah menjadi juru kunci.

Sepanjang perhelatan Piala Eropa sudah 4 final mempertemukan tim yang sebelumnya bertemu dalam babak putaran grup yaitu pada masing-masing pada Piala Eropa 1988, 1996 dan 2004, namun hanya pada Piala Eropa 2012 pertemuan para finalis sebelumnya di pertandingan grup berujung seri. Belanda pada Piala Eropa 1988 menjadi juara dengan mengalahkan Uni Sovyet yang pada pertandingan sebelumnya di grup B kalah 0-1. Kemudian pada Piala Eropa 1996, Jerman yang pada pertandingan grup C mengalahkan Rep. Ceko 2-0 kembali menang melalui babak perpanjangan waktu lewat Golden Gol Oliver Bierhoff di partai puncak sekaligus meraih gelar ke-3 dan sampai saat ini merupakan gelar terakhir Jerman di Piala Eropa. Dan pada Piala Eropa 2004 yang diadakan di Portugal, Yunani berhasil dua kali mengalahkan tuan rumah Portugal, pada putaran Grup Yunani menang 2-1 sementara pada partai puncak Yunani menang 1-0 lewat gol Charisteas dan memboyong gelar pertama Piala Eropa bagi Yunani.

Rekor pertemuan antara Spanyol dan Italia sendiri cukup berimbang dimana dari 30 pertandingan Italia unggul 10 kali dan Spanyol unggul 8 kali sisanya 12 kali seri. Sementara dalam 7 pertandingan terakhir Spanyol sedikit lebih baik yaitu unggul 2 kali dan Italia unggul sekali sementara 4 pertandingan lainnya berujung seri.

Untuk Piala Eropa sendiri catatan pertandingan antara keduanya juga berimbang dengan masing-masing menang sekali yaitu Italia pada putaran grup Piala Eropa 1988 sementara Spanyol menang melalui adu pinalti pada babak perempatfinal Piala Eropa 2008 yang lalu dimana akhirnya Spanyol menjadi Juara.
Demikian sekilas tentang pertemuan Italia versus Spanyol, dalam tulisan yang lain saya akan coba bedah kekuatan ke-2 tim. Sampai jumpa…
»»  Baca Selengkapnya...

Selasa, 26 Juni 2012

Portugal Versus Spanyol


Piala Eropa telah memasuki babak semifinal, tinggal 3 pertandingan lagi tersisa dan kita akan tahu siapakah jawara eropa, apakah akan lahir juara baru atau akan tercipta sejarah Spanyol sebagai Negara pertama yang menjadi kampiun Eropa 2 kali berturut-turut dan menyamai raihan Jerman dengan 3 gelar juara. Mampukah Jerman menambah koleksi gelar Eropanya dan semakin mengukuhkan diri sebagai Negara pengumpul Piala Eropa terbanyak, atau Italia yang menyamai rekor Spanyol dan Perancis dan menghapuskan puasa gelar Eropa selama 34 tahun? Semua akan terjawab nanti saat final yang akan digelar pada 1 Juli 2012.

Sebelum sampai ke final saya coba bedah kekuatan 2 semifinalis yang akan bermain nanti malam (ralat: tgl 27 Juni 2012 jam 20:45 waktu setemmpat atau pagi dini hari tgl 28 Juni 2012 jam 1:45 WIB), Portugal dan Spanyol. Menilik rekor sejarah Spanyol unggul jauh dengan torehan 16 kali menang, 12 kali seri dan hanya 6 kali kalah. Kurun waktu 2 dekade terakhir pertandingan antara Portugal dan Spanyol lebih banyak berakhir seri yaitu 5 kali seri, dan pada 4 pertandingan terakhir mereka saling mengalahkan dimana Spanyol 2 kali menang dan Portugal juga 2 kali menang. Spanyol meraih kemenangan di pertandingan persahabatan dan Piala Dunia sementara Spanyol di Pertandingan persahabatan dan Piala Eropa. Di Piala Eropa sendiri mereka baru 2 kali ketemu dengan hasil Portugal menang sekali dan sekali seri.

Nah itu faktor sejarah antara Spanyol dan Portugal. Untuk Piala Eropa 2012 sendiri Spanyol sudah pernah bermain sekali di Donbass Arena, Donetsk tempat semifinal melawan Portugal akan dipertandingan yaitu pada saat melawan Perancis di perempatfinal yang hasilnya sudah kita sama-sama ketahui dimenangkan Spanyol dengan skor 2-0. Sementara Portugal belum pernah bermain di Donbass Arena, jadi dari segi pengenalan lapangan tentunya Spanyol memiliki keuntungan.

Dari sisi masa istirahat Portugal memiliki keuntungan karena memainkan pertandingan perempatfinal dua hari lebih awal dari Spanyol, dengan masa istirahat 6 hari sementara Spanyol 4 hari tentunya pemain-pemain Portugal lebih bugar dan bisa mempersiapkan tim lebih lama ketimbang Spanyol.

Sejauh ini pemain andalan Spanyol Christiano Ronaldo mampu membuktikan diri dan menjawab keperceyaan manajer Paulo Bento dengan bertengger di puncak daftar Top Skor bersama-sama 3 pemain lainnya, sementara 3 pemain Spanyol membuntuti dengan 2 gol yaitu Fernando Torres, Xabi Alonso, Cesc Fabregas. Dari sisi ini Spanyol lebih merata dalam kemampuan mencetak gol pemainnya, sementara Portugal sangat mengandalkan Ronaldo, dan sejauh ini belum ada tim yang bisa mematikan pergerakan Ronaldo.
Ada 5 pemain Portugal yang bermain di liga Spanyol yang tentunya sudah merasakan atmosfir liga Spanyol dan mengenal karakter pemain-pemain Spanyol yang hamper semua pemain yang dibawa kali ini bermain di liga Spanyol, hanya 4 pemain yang bermain diluar Spanyol itupun hanya 1 yang rutin dimainkan selama Euro 2012 sebagai starter yaitu David Silva. So, ada keuntungan tersembunyi yang dimiliki Portugal yang mengenal karakter dan cara bermain Spanyol.

Dari sisi permainan keduanya memiliki gaya permainan yang mirip, Portugal yang dikenal dengan Brazil- fasih memainkan permainan tiki-taka merupakan tim yang mampu berlama-lama memainkan bola dimana catatannya cukup fantastis, dari 21 pertandingan terakhir yang dimainkan Spanyol 20 diantaranya memiliki penguasaan bola diatas 50%, dengan kebanyakan pemain bermain di liga domestik ini juga menjadi keuntungan buat Spanyol karena mereka sudah saling memahami gaya permainan masing-masing. Dengan gaya permainan yang mirip dan menyukai bermain menyerang tentunya kita berharap pertandingan lebih menarik, namun kita lihat apakah Portugal seperti kebanyakan tim yang bermain cenderung bertahan sebagai anti-theory dari gaya bermain menyerang dan aliran bola dari kaki ke kaki yang fasih dimainkan Spanyol, kalo ternyata Portugal memilih demikian maka sangat mungkin mereka akan mengalami hasil yang sama dengan tim-tim lain yang sudah dikalahkan Spanyol, dengan alasan Spanyol akan menguasai jalannya permainan dan yang kedua Portugal bukanlah tim bertahan yang memiliki dasar permainan bertahan yang bagus, sejauh ini mereka sudah kebobolan 4 gol, hanya berselisih 1 gol dari yang sudah mereka ciptakan. Spanyol sendiri tim yang seimbang, sejauh ini mereka telah mencetak 8 gol hanya kalah dari Jerman yang sudah mencetak 9 gol dan hanya kebobolan 1 yang merupakan tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit.

Spanyol saat ini kekurangan stok penyerang, dari 4 pertandingan yang sudah dimainkan hanya Torres yang pernah jadi starter, sementara yang lainnya Pedro Rodriguez dan Alvaro Negredo hanya masuk sebagai pemain pengganti bahkan Fernando Llorente sejauh ini belum turun bermain dalam Piala Eropa 2012. Bahkan pada pertandingan pembuka dan pertandingan terakhir Spanyol memulai pertandingan tanpa menggunakan striker murni dan ini menjadi catatan sendiri dalam turnamen sebesar Piala Eropa. Portugal sendiri setia memainkan Postiga sebagai ujung tombak didampingi Ronaldo dan Nani dibelakangnya, jika Portugal mampu mengekploitir kecepatan dan eksplosifitas Ronaldo dan Nani mereka akan mampu mengimbangi permainan Spanyol bahkan bisa jadi meraih kemenangan. Sayangnya Postiga akan absen dalam pertandingan semifinal ini akibat cedera yang didapatnya ketika melawan Rep. Ceko, kemungkinan Silvestre Valera yang sudah 2 kali masuk sebagai pemain pengganti dan telah mencetak 1 gol akan masuk menggantikan Postiga.

Well, gaya permainan yang terbuka dan bermain cepat dari kaki ke kaki yang mampu diperagakan kedua tim dengan baik, tentunya kita berharap disuguhkan pertandingan yang tidak membosankan. Spanyol tidak diragukan lagi diunggulkan dilihat dari sisi teknis permainan dan kedalaman skuadnya, terkecuali pada sisi penyerang, sementara Portugal memiliki pemain yang punya kecepatan dan naluri menyerang yang tidak kalah dari Spanyol, jadi mari kita tunggu saja pemenang diantara mereka, karena bisa jadi siapapun pemenangnya akan menorehkan catatan sejarah dalam Piala Eropa.

Sampai ketemu dalam ulasan pertandingan berikutnya.
»»  Baca Selengkapnya...

Rabu, 13 Juni 2012

Belanda Versus Jerman


Pertandingan Piala Eropa semakin menarik karena beberapa tim besar dengan catatan sejarah yang bagus tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Dini hari nanti kita akan disuguhkan pertandingan menarik antara Belanda menghadapi Jerman di Grup B.

Dilihat dari hasil pertandingan grup sebelumnya dimana Belanda ditumbangkan Denmark sementara Jerman berhasil mengalahkan Portugal maka pertandingan ini jelas memiliki arti lebih. Belanda pastinya ingin mempertahankan peluang lolos dari grup B sementara Jerman ingin sesegera mungkin memastikan lolos dari grup maut ini atau paling tidak memperbesar peluang lolos ke fase berikutnya.

Sebelumnya kita lihat dulu beberapa fakta sejarah pertemuan Belanda melawan Jerman.  Sepanjang sejarahnya Belanda sudah bertemu Jerman sebanyak 7 kali di berbagai ajang kompetisi dengan rekor Belanda menang 2 kali, seri 2 kali dan kalah 3 kali dengan selisih gol 12 kali memasukkan dan 12 kali kemasukan. Dari 12 gol Belanda 4 diantaranya dihasilkan melalui gol, sementara dari 12 gol Jerman hanya 2 gol yang diperoleh melalui pinalti.

2 kemenangan Belanda atas Jerman justru diraih dalam kancah Piala Eropa. Yang Pertama pada babak semifinal Piala Eropa 1988 dimana pada saat itu Belanda pada akhirnya meraih juara Piala Eropa. Dalam 2 dekade terakhir Jerman tidak pernah menang dari Belanda jika mereka bertemu di Piala Eropa. Setelah Piala Eropa 1988 Jerman kembali dikalahkan 

Belanda pada babak penyisihan grup Piala Eropa 1992 dan hanya memperoleh hasil seri di penyisihan grup Piala Eropa 2004. Bahkan pada Piala Eropa 2004 Jerman gagal meloloskan diri dari grup D yang akhirnya diwakili Rep. Ceko sebagai juara grup dan Belanda sebagai runner up.

Jika dilihat dari rentetan hasilnya tidak ada hasil berulang dari pertandingan Belanda melawan Jerman dimana rentetan hasil Belanda vs Jerman adalah KSKMKMS. Dari 2 pertandingan yang berakhir seri Jerman selalu mencetak gol terlebih dahulu, selain itu tidak ada pertandingan yang berakhir tanpa gol. Masing-masing Belanda dan Jerman rata-rata mencetak 1 gol dalam setiap pertandingan

Wasit yang memimpin pertandingan terakhir Belanda melawan Jerman adalah Anders Frisk asal Swedia, kebetulan wasit yang akan memimpin pertandingan dini hari nanti juga berasal dari Swedia. Dari Belanda ada 4 pemain skuad tim oranye tahun ini yang bermain pada pertemuan terakhir, mereka adalah John Heitinga, Wilfred Bouma, Wesley Sneijder dan Rafael van der Vaart. Hanya Wesley Sneijder yang masuk sebagai pemain pengganti, selain itu ada 1 pemain lagi yang dibawa pada Piala Eropa 2004 namun tidak bermain saat itu, dia adalah Arjen Robben. Sementara dari Jerman hanya Bastian Schweinsteiger yang bermain saat itu, itupun masuk sebagai pemain pengganti Bernd Scheneider pada menit 68, selain itu ada 2 pemain Jerman lainnya yang dibawa dalam skuad tim diesel namun tidak bermain saat itu, mereka adalah Lukas Podolski dan Miroslav Klose.

Dari beberapa fakta yang diungkapkan diatas ditambah kekuatan Belanda dan Jerman saat ini yang merata rasanya kita akan disuguhkan pertandingan yang ketat dan menarik, tensi pertandingan kemungkinan akan berlangsung dalam tempo tinggi. Ke-2 tim memiliki kepentingan masing-masing, terlebih lagi gengsi antara ke-2 tim yang dapat terlihat dari sejarah pertemuan mereka.

Apalagi dari pertandingan pertama yang sudah dijalani keduanya belum terlihat kekuatan mereka sesungguhnya. Jerman beruntung mendapatkan hasil positif ketika melawan Portugal, sementara Belanda harus menelan pil pahit kalah 0-1 dari Denmark yang membuat mereka harus memenangkan sisa pertandingan jika mereka ingin lolos dari grup maut tersebut.

So, kita saksikan dan tunggu saja siapa yang berhasil unggul dlaam pertandingan edisi ke-8 pertemuan Belanda melawan Jerman, akankah Belanda menyamakan rekor pertemuan mereka atau justru Jerman unggul dan membenamkan Belanda ke dasar klasemen? Rasanya ini merupakan salah satu pertandingan yang wajib ditonton pada Piala Eropa kali ini.
»»  Baca Selengkapnya...

Selasa, 12 Juni 2012

Tentang Piala Eropa


Gol Di Natale ke gawang Spanyol merupakan gol pertama Italia dalam 4 pertandingan Internasional yang sudah dijalani sebelumnya.

Sementara gol Cesc Fabregas ke gawang Italia menuntaskan kebuntuan Spanyol dalam membobol gawang Italia selama 364 menit.

Ada 3 negara yang manajer-nya bukan berasal dari Negara tersebut yaitu Timnas Yunani yang dimanajeri Fernando Santos asal Portugal, Russia digawangi oleh Dick Advocaat asal Belanda dan Republik Irlandia yang ditangani Manajer asal Italia Giovanni Trapattoni.

Dalam kurun lebih dari 2 dekade terakhir tidak ada tuan rumah yang berhasil meraih juara Piala Eropa. Bahkan hanya Portugal tuan rumah yang berhasil melaju sampai babak Final, sisanya kandas di semifinal, pada Piala Eropa 2008 yang lalu tuan rumah Swiss dan Austria bahkan kandas di babak penyisihan grup.

Lebih dari 2 dekade tidak ada juara Piala Eropa yang berhasil lolos sampai ke babak final pada Piala Eropa berikutnya, prestasi terbaik ditorehkan Belanda yang lolos sampai babak semifinal, sisanya bahkan tidak lolos sampai semifinal.

Dari 2 kali Piala Eropa digelar co-host juaranya berasal dari Negara yang sebelumnya sudah pernah meraih gelar Piala Eropa.

Top skor sementara putaran final Piala Eropa adalah Michel  Platini dengan 9 gol, sementara pemain yang masih aktif bermain yang berada dalam daftar pencetak gol terbanyak Piala Eropa adalah Zlatan Ibrahimovic dengan 5 gol.

Pemain bertahan Belanda Jetro Willems menjadi pemain termuda yang tampil di putaran final Piala Eropa. Saat menghadapi Denmark pada Piala Eropa 2012 dia bermain pada usia 18 tahun 71 hari melewati rekor Enzo Scifo, pemain tengah asal Belgia yang bermain pada usia 18 tahun 114 hari saat berlaga di Piala Dunia 1984. Ada 4 pemain lain yang bermain saat berusia 18 tahunan sepanjang sejarah Piala Eropa, mereka adalah:
  • Valery Bojinov (Penyerang Bulgaria) 18 tahun 127 hari pada Piala Eropa 2004
  • Johan Vonlanthen (Penyerang Swiss) 18 tahun 136 hari pada Piala Eropa 2004
  • Wayne Rooney (Penyerang Inggris) 18 tahun 232 hari pada Piala Eropa 2004
  • Alex Oxlade-Chamberlain (Pemain tengah Inggris) 18 thn 300 hari pd Piala Eropa 2012

Sementara Lothar Matthaus merupakan pemain tertua yang bermain di putaran final Piala Eropa. Saat menghadapi Rumania di Piala Eropa 2000 Matthaus berusia 39 tahun 91 hari. 4 Pemain tertua dibawahnya berusia 38 tahun, yaitu:
  • Morten Olsen (Bek Denmark) 38 tahun 301 hari pada Piala Eropa 1988
  • Peter Shilton (Kiper Inggris) 38 tahun 267 hari pada Piala Eropa 1988
  • Dino Zoff (Kiper Italia) 38 tahun 104 hari pada Piala Eropa 1980
  • Kostas Chalkias (Kiper Yunani) 38 tahun 9 hari pada Piala Eropa 2012

Manajer tertua di Piala Dunia 2012 adalah Giovanni Trapattoni yang melatih Republik Irlandia, Manajer berusia 73 tahun 85 hari asal Italia tersebut sekaligus menjadi manajer tertua sepanjang sejarah Piala Eropa.

Sementara manajer termuda pada Piala Eropa 2012 ini adalah Paulo Bento. Manajer asal Portugal tersebut berusia 42 tahun 354 hari saat menukangi Portugal pada Piala 2012 ini. Namun catatan manajer termuda dalam sejarah Piala Eropa masih dipegang Srečko Katanec yang menukangi Slovenia pada Piala Eropa 2000 saat berusia 36 tahun 333 hari.

Dari catatan pemain tertua, pemain termuda, Manajer tertua dan Manajer termuda tersebut hanya Enzo Scifo yang berhasil meraih kemenangan pada partai pertama saat menyandang rekor tersebut, saat itu Belgia menang 2-0 atas Yugoslavia pada Piala Eropa 1984.

Kartu merah tercepat diperoleh Eric Abidal pada Piala Eropa 2008 di Austri/Swiss saat melawan Italia saat penyisihan grup yang berujung pada kekalahan Perancis 0-2.

Gol pemain Kroasia Mario Mandzukic ke Rep. Irlandia pada menit 2.38” sementara menjadi gol tercepat di Piala Eropa 2012 ini. Namun gol tersebut hanya menempati urutan ke-6 gol tercepat sepanjang sejarah Piala Eropa. 5 Gol yang lebih cepat dari gol Mandzukic tersebut adalah: 
  • Gol Dmitri Kirichenko (Rusia) ke gawang Yunani pada Piala Eropa 2004 menit 1.07” 
  • Gol Sergei Aleinikov (Rusia/Uni Sovyet) ke gawang Inggris pada Piala Eropa 1988 menit 2.07” 
  • Gol Alan Shearer (Inggris) ke gawang Jerman pada Piala Eropa 1996 menit 2.14” 
  • Gol Michael Owen (Inggris) ke gawang Portugal pada Piala Eropa 2004 menit 2.25” 
  • Gol Hristo Stoichkov (Bulgaria) ke gawang Rumania pada Piala Eropa 1996 menit 2.27”
 
Pemain termuda yang mencetak gol pada putaran final Piala Eropa adalah Johan Vonlanthen (18 tahun 140 hari), penyerang asal swiss tersebut mencetak satu-satunya gol Swiss ke gawang Perancis yang kala itu dikawal Fabien Barthez pada menit ke 26 di penyisihan grup Piala Eropa 2004. Swiss kalah 1-3 pada pertandingan tersebut. Sebelumnya rekor tersebut dipegang Wayne Rooney yang mencetak 2 gol ke gawang Swiss 4 hari sebelumnya pada usia 18 tahun 141 hari.

Sedangkan pemain tertua yang mencetak gol adalah Ivica Vastic (38 tahun 257 hari). Golnya melalui titik pinalti di menit 90+3” menyelamatkan Austria dari kekalahan saat menghadapi Polandia pada Piala Eropa 2008.

Dalam Piala Eropa 2012 ini Republik Irlandia dan Inggris bertolak belakang. Sementara tidak ada satupun pemain Republik Irlandia yang bermain di liga local pemain-pemain Inggris justru seluruhnya bermain di Liga Inggris.

Tunggu Serba-Serbi berikutnya ya…
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 08 Juni 2012

Polandia Versus Yunani


Selamat datang Piala Eropa 2012. Kali ini Piala Eropa diadakan di Polandia dan Ukraina, nah nanti malam jam 23.00 WIB pertandingan pembukaan akan digelar di National Stadium, Warsawa. Dimulai dari grup A Yunani yang notabene juara Piala Eropa tahun 2004 akan menjajal Polandia sebagai tuan rumah. 

Kalo saya boleh berpendapat kekuatan Negara-negara yang menghuni grup A ini merata. Polandia, Yunani, Rusia dan Rep. Ceko sebagai penghuni grup A akan bersaing untuk mendapatkan 2 tiket ke babak berikutnya. Saya sendiri menjagokan Rusia dan Republik Ceko atau Yunani yang akan melaju ke babak berikutnya.

Kembali ke pertandingan antara Polandia menghadapi Yunani dulu nih. Rata-rata pemain Biało-czerwoni (Putih-Merah) julukan timnas Polandia yang dipanggil Pelatih/Manajer Franciszek Smuda bermain di Liga Jerman, dimana 3 diantaranya bermain di tim juara Bundesliga 2011-2012, Borussia Dortmund, mereka adalah Robert Lewandowski (penyerang), Jakub Blaszczykowski (pemain tengah) dan Lukasz Piszczek (Bek), juga masih ada Szczesny kiper muda yang bermain di Arsenal, mereka akan jadi andalan Polandia dalam mengarungi Piala Eropa kali ini.

Sementara Ethniki julukan timnas Yunani menjadi peserta putaran final Piala Eropa 2012 ini dengan catatan yang bagus yaitu tidak terkalahkan selama babak kualifikasi, dengan meraih 7 kemenangan, 3 hasil seri mereka memuncaki klasemen Group F kualifikasi Piala Eropa dengan melewati hadangan Kroasia (yang akhirnya lolos melalui babak play-off), Israel, Latvia, Georgia dan Malta. Pemain Yunani sendiri kebanyakan bermain di local Yunani, hanya 6 dari 23 pemain Yunani yang dibawa ke Piala Eropa 2012 ini. Nama-nama Giorgos Karagounis (Panathinaikos), pemain muda Kyriakos Papadopoulos (Schalke 04), Giorgos Samaras (Celtic) sepertinya akan berperan banyak pada pertandingan nanti malam.

Pada pertandingan nanti malam kita akan lihat bagaimana Papadopoulos menghadang gelandang energik Polandia yang bermain di Bordeaux, Ludovic Obraniak dan penyerang Robert Lewandowski. Kita juga akan saksikan mampukah Karagounis memporak-porandakan pertahanan Polandia yang digalang Lukasz Piszczek. Kerja keras pelatih/manajer Yunani, Fernando Santos dalam menghadapi agresifitas tuan rumah menjadi kunci berhasil atau tidaknya Yunani merebut kemenangan.

Pemain-pemain tuan rumah tentunya akan bermain ngotot di depan ribuan pendukungnya untuk menunjukkan kemampuannya dalam usaha meraih tiket ke babak berikutnya. Saya sendiri memprediksikan pertandingan ini akan berujung pada hasil seri. Kalaupun ada yang menang saya lebih memilih Polandia yang akan keluar sebagai pemenang. Ini hanya sekedar prediksi, karena Yunani sendiri memiliki mental yang patut diperhitungkan sebagaimana saat mereka meraih Piala Eropa 2004.

Kita saksikan saja bersama, seraya berucap Selamat Datang Piala Eropa 2012.

PSG77R3WJBD3
»»  Baca Selengkapnya...

Senin, 04 Juni 2012

Serba-Serbi Piala Eropa


Final Euro 2012 tinggal menghitung hari, sambil menantikan pertandingan final tersebut dimulai saya coba liat beberapa catatan menarik tentang piala eropa tersebut.

Piala Eropa pertama kali diadakan pada 1960 di Perancis, yang idenya pertama kali dicetuskan oleh Henri Delaunay (Ketua PSSI-nya Perancis kala itu), untuk itulah tropi ini dinamakan Tropi/piala Hendri Delaunay. Beliau juga yang memprakarsai  perhelatan Piala Dunia bersama-sama dengan Jules Rimet. Pada perhelatan pertama ini piala diraih oleh Uni Sovyet dengan mengalahkan Yugoslavia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu, gol-gol Uni Sovyet diciptakan oleh Metreveli dan Ponedelnik sementara gol Yugoslavia diciptakan oleh Galic. Pemain legendaris Uni Sovyet Lev Yashin bermain saat itu. Final sendiri dimainkan di stadion Parc des Princes, Paris.

Fase berikutnya adalah saat format juara ke-tiga dihapuskan, yaitu pada tahun 1984. Piala Eropa kala itu digelar kembali di Perancis, dan tuan rumah berhasil meraih tropi Piala Eropa untuk pertama kalinya. Selain itu ini merupakan keikutsertaan pertama kali Perancis setelah Piala Eropa pertama yang juga digelar di Perancis tahun 1960. Di Final Perancis mengalahkan Spanyol dengan skor 2-0. Gol-gol Perancis dicetak oleh Platini dan Bellone. Final juga dimainkan di stadion Parc des Princes, Paris seperti ketika pada final Piala Eropa pertama. Michel Platini menjadi top skor dengan total 9 gol dari 5 laga diikuti oleh Frank Arnesen dari Denmark.

Masih ingat gol Marco Van Basten yang fenomenal itu? Gol tersebut diciptakan kala menghadapi Uni Sovyet di stadion Olympia, Munich pada final Euro 1988. Itu menjadi tropi pertama Belanda dan satu-satunya sampai saat ini dimana mereka mengalahkan Uni Sovyet 2-0. Selain Van Basten satu gol lagi diciptakan oleh Ruud Gullit.

Piala Dunia 1996 merupakan fase berikutnya dimana jumlah peserta bertambah menjadi 2 kali lipat yaitu 16 peserta dari sebelumnya 8 peserta, logo Piala Eropa-pun berubah motif dari yang sebelum-sebelumnya.  Selain itu pada Piala Eropa kali ini juga menggunakan sistim Golden Gol bila pertandingan berlangsung seri pada waktu normal 2 x 45 menit. Oliver Bierhoff menjadi aktor  lapangan hijau yang membukukan namanya dalam tinta sejarah persepakbolaan (Piala Eropa) dengan menjadi orang pertama yang mencetak golden gol  pada final Piala Eropa. Gol Bierhoff kala itu dicetak pada menit ke-95 dan berhasil menghantarkan Jerman menyandang gelar ketiga atau pertama setelah Jerman bersatu (dahulu terbagi menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur) dengan mengalahkan Republik Ceko 2-1, kedua gol Jerman dicetak oleh Bierhoff.
Kemudian pada pagelaran Piala Eropa berikutnya tahun 2000 adalah pagelaran pertama yang diadakan di 2 negara secara bersamaan (Belanda dan Belgia). Pada Piala Eropa ini Perancis meraih tropi ke-2 nya dengan mengalahkan Italia 2-1 di final yang dimainkan di Stadion De Kuip, Rotterdam. Gol kemenangan Perancis diraih melalu drama Golden Gol  yang dicetak Trezequet pada menit ke-103, lebih dramatis lagi karena gol penyeimbang Perancis dicetak Sylvain Wiltord pada menit 90+4 (menit ke-4 injury/addtional time). Top Skor kala itu diraih pemain Perancis lainnya Patrick Kluivert.

Pada tahun berikutnya tahun 2004 Yunani membuat kejutan dengan mengalahkan Portugal 1-0 lewat gol Charisteas di menti 57 pada pertandingan final dan merebut trofi Piala Eropa pertama bagi Yunani. Sebelumnya Portugal juga dijungkalkan Yunani di babak penyisihan grup dengan skor 2-1 dimana gol-gol Yunani dicetak Giorgios Karagounis dan Angelos Basinas sementara gol Portugal dicetak Christiano Ronaldo. Pada Piala Eropa ini Yunani bermain efektif kalo tidak mau dibilang bertahan habis dan mengandalkan serangan balasan, hal ini terlihat dari statistik bahwa pada fase knockout kemenangan yang mereka raih selalu dengan skor 1-0 lewat gol yang dihasilkan dari sundulan kepala. Masing-masing tim yang dikalahkan adalah Perancis, Republik Ceko dan Portugal. Pada tahun ini juga diperkenalkan Silver Goal¸jika pertandingan berlangsung seri dalam waktu normal (2 x 45 menit) maka tim yang memimpin pada 15 menit pertama perpanjangan waktu akan meraih kemenangan.

Sebelum kelupaan ada juga kejutan pada Piala Eropa 1992 yang diadakan di Swedia. Ketika itu Denmark menjadi peserta Piala Eropa karena menggantikan Yugoslavia yang tengah bergolak dan terjadi perang saudara disana berhasil memboyong Piala Eropa ke negaranya. Denmark merupakan runner-up dibawah Yugoslavia dalam babak penyisihan Piala Eropa kala itu. Pada Piala Eropa ini juga merupakan masa transisi Uni Sovyet sebelum pecah dan akhirnya menjadi beberapa negara. Mereka saat itu diwakili oleh CIS (Commonwealth of Independent State) sebelum nantinya terbentuk tim Nasional mereka sendiri. Pemain-pemain CSI terdiri dari  Rusia, Ukraina, Belarusia, Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Kyrgyzstan, Armenia, Azerbaijan, Moldova, dan Tajikistan. Denmark menjadi juara setelah mengalahkan Jerman di final dengan skor 2–0 lewat gol-gol dari John Jensen dan Kim Vilfort, hal ini lah yang membuat mereka dijuluki Tim Dinamit.

Itu kira-kira kilasan dari Piala2 Eropa sebelumnya. Fakta-fakta lain tentang Piala Eropa yaitu:

Jerman merupakan Negara pengoleksi gelar Piala Eropa terbanyak dengan 3 gelar.

Ada 7 negara yang pernah menjadi tuan rumah tapi belum pernah merasakan nikmat gelar juara mereka adalah Belgia (1972, 2000), Yugolavia (1976), Swedia (1992), Inggris (1996), Portugal (2004), Austria (2008) dan Swiss (2008). Bahkan Inggris belum pernah sama sekali mencicipi final, bersama dengan Swedia, Austria dan Swiss.

Ada 4 negara yang telah berhasil meraih gelar juara namun belum pernah menjadi tuan rumah Piala Eropa, mereka adalah: Rusia (dahulu Uni Sovyet), Republik Ceko, Denmark, Yunani.

Belum pernah ada Negara yang berhasil mempertahankan gelar juara pada perhelatan Piala Eropa musim berikutnya. Mampukah Spanyol menghapuskan catatan tersebut? bisa jadi...qeqeqe

Setelah menjadi Runner-up pada musim berikutnya Jerman selalu berhasil meraih gelar Juara Piala Eropa. Tahun 1976 Jerman menjadi Runner-up setelah dikalahkan Cekoslovakia, ditahun berikutnya mereka meraih gelar juara dengan mengalahkan Belgia. Tahun 1992 Jerman dikalahkan Denmark di final dan pada pagelaran berikutnya di Inggris mereka meraih gelar dengan mengalahkan Republik Ceko (Revenge 1976). Nah tahun 2008 lalu Jerman dikalahkan Spanyol di final, akankah mereka meraih gelar juara tahun ini? Dengan mengalahkan Denmark mungkin? sebagai revenge dari kekalahan mereka di final Euro 1992?? Who Know...hehehe

Eropa Timur baru mendapatkan 1 kali kesempatan menjadi tuan rumah, ketika itu diadakan di Yugoslavia, dimana gelar juara diboyong sesama negara Eropa Timur yaitu Cekoslovakia.

Dari 13 kali kesempatan Eropa Barat menggelar Piala Eropa hanya sekali Eropa Timur berhasil merebut juara, yaitu pada Piala Eropa pertama di Perancis tahun 1960. Saat itu gelar juara diraih Uni Sovyet.

Dari 16 peserta Piala Eropa 2012 7 negara diantara belum pernah mencicipi gelar juara, mereka adalah: Kroasia, Inggris, Portugal, Republik Irlandia, Swedia, dan tuan rumah Polandia serta Ukraina.
Jerman juga menjadi negara paling sering tampil di final yaitu 6 kali dimana 3 diantaranya berturut-turut 1972, 1976, 1980, 1992, 1996, 2008.


Jerman juga menjadi Negara paling sering tampil di putaran final Piala Eropa yaitu 11 kali, masing-masing pada tahun 1972. 1976, 1980. 1984. 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012. Mereka hanya absen di 3 putaran final Piala Eropa pertama.


Otto Rehhagel asal Jerman menjadi satu-satunya Manajer/Pelatih yang bukan berasal dari Negara yang sama dengan negara yang meraih gelar juara Piala Eropa. King Otto meraihnya bersama Yunani pada tahun 2004.

Jika Iker Casillas dan Olof Mellberg dimainkan pada Piala Eropa 2012 ini maka ia menjadi pemain yang paling sering tampil di Piala Eropa yaitu 4 kali (2000, 2004, 2008, 2012) bersama-sama dengan 6 pemain lainnya yaitu: Lothar Matthaus, Peter Schmeicel, Aron Winter, Alessandro Del Piero, Edwin Van der Sar dan Lilian Thuram.

Iker Casillas juga akan mencatatkan rekor lain seandainya dia berhasil membawa Spanyol meraih gelar juara Piala Eropa. Dia akan jadi orang pertama yang berhasil meraih gelar Piala Eropa sebanyak 2 kali.

Inggris merupakan satu-satunya negara peraih trofi Piala Dunia yang belum pernah merasakan gelar juara. Prestasi terbaik mereka adalah sekali berada di posisi 3 yaitu pada Piala Eropa 1968 di Italia.

Republik Irlandia baru tampil lagi di putaran final Piala Eropa setelah putaran final Piala Eropa 1988 atau 24 tahun lalu. Mereka menyusul Perancis dan Yunani yang sama-sama baru tampil lagi di Piala Eropa setelah 24 tahun lalu.

Michel Platini merupakan pencetak gol terbanyak putaran final Piala Eropa dengan 9 gol disusul Alan Shearer dengan 7.

Ada 4 Piala Eropa dimana top skor bukan berasal dari negara peraih gelar juara, masing-masing pada Piala Eropa tahun 1968, 1976, 1996, 2004.
 
Well segitu dulu ya fakta-fakta menarik mengenai Piala Eropa. Dilanjut nanti lagi, saya mau pulang dulu.
»»  Baca Selengkapnya...

Rabu, 30 Mei 2012

Jadwal Siaran Langsung Euro 2012 di RCTI


Piala Eropa 2012 sudah diambang pintu, gelaran 4 tahun sekali tersebut kali ini diadakan di Polandia dan Ukraina. Total akan ada 31 pertandingan dan menggunakan 8 stadion, masing-masing 4 di Polandia (National Stadium, Warsawa; PGE Arena, Gdansk; Municipal Stadium, Wroclaw; Municipal Stadium, Poznan) dan 4 di Ukraina (Olympic Stadium, Kiev; Donbass Arena, Donetsk; Metalis Stadium, Kharkiv; Arena Lviv, Lviv) untuk mengetahui negara manakah yang menjadi kampiun di Eropa. Oh iya, dengan kapasitas 60.000 orang Olympic Stadium di Kiev, Ukraina menjadi stadion dengan kapasitas terbesar yang juga akan menggelar pertandingan Final, sementara opening match dimainkan di National Stadium, Warsawa, Polandia.

Ada 16 negara eropa yang akan memperebutkan tropi sebagai tim terbaik di kawasan Eropa yang dibagi dalam 4 grup, setiap grup meloloskan 2 wakilnya ke babak selanjutnya. Dari hasil drawing pembagian grup Grup B merupakan grup yang rasanya tingkat persaingannya paling ketat, ini baru diatas kertas aja sih. Gimana tidak, Grup B dihuni Belanda, Denmark, Jerman dan Portugal. Kecuali Portugal, tiga Negara lainnya sudah pernah merasakan nikmatnya gelar juara eropa. So patut ditunggu Negara mana yang berhasil lolos dari grup ini.

Grup A sebenarnya memiliki tingkat persaingan yang merata, dimana dalam grup ini ada tuan rumah Polandia yang akan bersaing dengan Yunani, Rusia dan Republik Ceko. Kalo dirunut kebelakang di grup ini juga hanya Polandia yang belum merasakan gelar juara Eropa, Rusia meraihnya ketika bernama Uni Sovyet dan Republik Ceko ketika masih bernama Cekoslovakia. Siapapun yang lolos dari grup ini akan menemui rintangan yang berat di fase berikutnya karena akan berhadapan dengan wakil-wakil dari grup B.

Nah untuk Grup C dan Grup D sih kalo gak ada kejutan-kejutan kayanya dah kebayang Negara yang bakal lolos. Dari Grup C sepertinya Spanyol dan Italia akan mampu melewati hadangan Republik Irlandia dan Kroasia, sementara Perancis dan Inggris mewakili grup D menyisihkan Swedia dan Ukraina. Sekali lagi ini Cuma prediksi, sekalian harapan juga sih…hehehe.

Nah untuk jadwal lengkapnya plus jadwal siaran di RCTI baik langsung maupun tunda (thanks to RCTI yang dah nayangin Piala Eropa free to air) silahkan dinikmati dibawah ini J:

8 Juni 2012
Match 1       Polandia         vs    Yunani               National Stadium, Warsawa          Live 23.00 WIB

9 Juni 2012
Match 2       Rusia              vs    Rep. Ceko        Municipal Stadium, Wroclaw       Live 01.00 WIB
Match 3       Belanda          vs    Denmark           Methalis Stadium, Kharkiv          Live 22.15 WIB

10 Juni 2012
Match 4       Jerman           vs    Portugal             Arena Lviv, Lviv                         Live 01.00 WIB
Match 5       Spanyol          vs    Italia                  PGE Arena, Gdansk                   Live 22.15 WIB

11 Juni 2012
Match 6       Rep. Irlandia   vs    Kroasia             Municipal Stadium, Poznan         Live 01.00 WIB
Match 7       Perancis          vs    Inggris               Donbass Arena, Donetsk            Live 22.15 WIB

12 Juni 2012
Match 8       Ukraina          vs    Swedia              Olympic Stadium, Kiev               Live 01.00 WIB
Match 9       Yunani           vs     Rep. Ceko        Municipal Stadium, Wroclaw      Live 22.15 WIB

13 Juni 2012
Match 10     Polandia        vs     Rusia                 National Stadium, Warsawa        Live 01.00 WIB
Match 11     Denmark       vs     Portugal            Arena Lviv, Lviv                          Live 22.15 WIB

14 Juni 2012
Match 12     Belanda         vs     Jerman             Metalist Stadium, Kharkiv            Live 01.00 WIB
Match 13     Italia              vs     Kroasia            Municipal Stadium, Poznan          Live 22.15 WIB

15 Juni 2012
Match 14     Spanyol         vs     Irlandia             PGE Arena, Gdansk                    Live 01.00 WIB
Match 15     Ukraina         vs     Perancis            Donbass Arena, Donetsk             Live 22.15 WIB

16 Juni 2012
Match 16     Swedia          vs     Inggris               Olympic Stadium, Kiev               Live 01.00 WIB

17 Juni 2012
Match 17     Rep. Ceko     vs     Polandia            Municipal Stadium, Wroclaw      Live 01.00 WIB
Match 18     Yunani           vs     Rusia                 National Stadium, Warsawa       Delay 04.00 WIB

18 Juni 2012
Match 19     Portugal         vs     Belanda             Metalist Stadium, Kharkiv          Live 01.00 WIB
Match 20     Denmark        vs     Jerman              Arena Lviv, Lviv                        Delay 04.00 WIB

19 Juni 2012
Match 21     Kroasia          vs     Spanyol             PGE Arena, Gdansk                  Live 01.00 WIB
Match 22     Italia               vs     Rep. Irlandia     Municipal Stadium, Poznan         Delay 04.00 WIB

20 Juni 2012
Match 23     Inggris            vs     Ukraina            Dunbass Arena, Donetsk            Live 01.00 WIB
Match 24     Swedia           vs     Perancis           Olympic Stadium, Kiev               Delay 04.00 WIB



PEREMPAT FINAL

22 Juni 2012
Match 25     Juara Grup A       vs        Runner up Grup B         Live 01.45 WIB
(National Stadium, Warsawa)

23 Juni 2012
Match 26     Juara Grup B       vs        Runner up Grup A         Live 01.45 WIB
(PGE Arena, Gdansk)

24 Juni 2012
Match 27     Juara Grup C       vs        Runner up Grup D         Live 01.45 WIB
(Donbass Arena, Donetsk)

25 Juni 2012
Match 28     Juara Grup D       vs        Runner up Grup C         Live 01.45 WIB
(Olynpic Stadium, Kiev)


SEMIFINAL

Kamis, 28 Juni 2012
Match 29     Pemenang Match 25             vs            Pemenang Match 27             Live 01.45 WIB
(Donbass Arena, Donetsk)

Jumat, 29 Juni 2012
Match 30     Pemenang Match 26             vs            Pemenang Match 28             Live 01.45 WIB
(National Stadium, Warsawa)


FINAL PIALA EROPA 2012

Senin, 2 Juli 2012
Match 31     Pemenang Match 29             vs            Pemenang Match 30             Live 01.45 WIB
(Olympic Stadium, Kiev)

So, siapkan stamina, stok makanan kecil dan bila perlu daftar venue-venue yang akan menggelar acara nonton bareng piala eropa 2012 ini. May the best team win...yippppiiiii
»»  Baca Selengkapnya...
Sharing Moments, Berbagi Untuk Kebaikan...