Tampilkan postingan dengan label Piala Eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala Eropa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2012

Final Piala Eropa 2012 - Ulasan Kekuatan


Setelah sejarah pertemuan finalis EURO 2012 pada tulisan sebelumnya sekarang saya mau mencoba membedah kekuatan dari ke dua tim tersebut, itung-itung belajar jadi komentator…hehehe….

Spanyol pada Piala Eropa kali ini agak berbeda, ketajaman strikernya berkurang, pada Piala Eropa 2008 yang lalu sampai babak semifinal para jugador Spayol sudah mencetak 11 gol sementara Piala Eropa 2012 ini sejauh ini baru mencetak 8 gol, masih kalah dari Jerman yang sanggup mencetak 10 gol walau sudah gugur dikalahkan Italia di semifinal. Penurunan ini bisa jadi karena tidak striker murni yang memiliki ketajaman seperti yang diperlihatkan David Villa pada Piala Eropa sebelumnya, sayangnya Villa terpaksa absen karena cedera dan tidak ikut andil dalam Piala Eropa 2012 ini.

Dari 4 Striker murni yang dibawa sang manajer Vicente del Bosque yaitu Pedro Rodríguez, Fernando Torres, Álvaro Negredo dan Fernando Llorente, 3 pemain sudah diturunkan. Torres turun sebagai starter ketika menghadapi Republik Irlandia dan Kroasia dan mampu mencetak 2 gol yang dibukukan saat melawan Republik Irlandia, Torres juga turun pada laga pertama melawan Italia dan pada saat melawan Perancis dimana keduanya menggantikan Fabregas. Negredo turun sebagai starter pada pertandingan perempatfinal melawan Portugal dan turun sebagai pemain pengganti pada saat melawan Kroasia, sementara Pedro menggantikan David Silva pada laga melawan Perancis dan pada laga melawan Portugal turun menggantikan Xavi. Sementara Llorente sejauh ini belum pernah diturunkan baik sebagai starter maupun pemain pengganti.

Terlihat Del Bosque cukup kebingungan menetapkan pemain-pemain yang menjadi target man, bahkan sampai pertandingan semifinal kemarin mereka tidak pernah bermain penuh dengan striker murni. Sejauh ini mereka memang memiliki penguasaan bola tertinggi diantara tim-tim lainnya, namun tanpa striker murni itu semua kurang memiliki arti bahkan bisa jadi membosankan sama ketika mereka melawan Kroasia dan Portugal. Mereka bermain mengesankan ketika melawan Republik Irlandia, itupun sebelum Torres akhirnya ditarik keluar menit ke 74 dan pada saat menghadapi Perancis itupun pada babak kedua yang uniknya ketika Torres masuk pada menit ke 64.

Torres mungkin tidak sedang dalam top form-nya, tapi rasanya saat ini Spanyol membutuhkan striker murni dalam line-up nya bukan hanya untuk mengkonversi permain tiki-taka menjadi gol tapi juga pengalih perhatian barisan belakang Italia agar kreatifitas pemain tengah Spanyol yang kualitasnya diatas rata-rata dapat lebih berkembang dan mungkin saja menjadi goal getter karena barisan belakang Italia terfokus menjaga Torres.

Untuk pemain tengah dan belakang Spanyol tidak perlu diragukan lagi, sejauh ini setelah gol Di Natale gawang Iker Cassilas tercatat tidak pernah kebobolan lagi, ini menandakan sejauh ini pemain belakang Spanyol mampu meredam serangan lawan yang dihadapi, hanya eksplosifitas, agresifitas dan kecepatan sayap pemain-pemain Portugal yang mampu meredam penguasaan bola dan memberikan tekanan ke jantung pertahanan Spanyol. Christiano Ronaldo, Nani dan Hugo Almeida paling tidak beberapa kali mengancam gawang Cassilas. Namun tangguhnya barisan belakang Spanyol yang digalang Cassilas mampu menghindari mereka dari kebobolan.

Sementara pemain tengah Spanyol menurut saya yang paling lengkap dalam Piala Eropa ini, penguasaan bola yang selalu diatas 50% menjadi salah satu bukti. Kemampuan mereka memainkan bola dari kaki ke kaki, akurasi umpan serta pergerakan pemain mereka terlihat mulus. Passing-passing yang dilakukan Xavi Hernandez, Xabi Alonso dan Anders Iniesta mampu membongkar pertahanan setiap lawan yang dihadapi, hanya saja tumpulnya penyerang Spanyol menjadi catatan sendiri yang membuat hal tersebut tidak berbuah gol-gol. Bahkan pemain bertahan semisal Ramos dan Arbeloa juga masuk daftar pemain yang melepaskan umpan terbanyak namun tetap saja hal tersebut hambar jika minim gol yang tercipta.

Sekarang kita menyeberang ke Italia, kekuatan Italia dalam Piala Eropa ini semakin hari semakin kuat saja. Ditengah problem yang tengah dihadapi asosiasi persepakbolaan yang tengah dihadapi mereka tetap mampu menampilkan permainan terbaik dan tidak mempengaruhi permainan mereka, ciri profesionalitas yang dijunjung tinggi pemain.
Sempat kesulitan dalam 2 pertandingan awal dimana mereka hanya mendapatkan hasil imbang 1-1 melawan Spanyol dan Kroasia, akhirnya mereka memastikan lolos setelah mengalahkan Republik Irlandia 2-0 lewat gol Cassano dan Balotelli, pemain terakhir juga menjadi penentu kemenangan Italia atas Jerman dengan 2 golnya.

Italia konsisten memainkan 2 striker utama di depan, Balotelli dan Cassano menjadi pilihan utama sebagai starter hanya sekali Italia tidak menurunkan duet tersebut, yaitu pada pertandingan melawan Republik Irlandia dimana duet yang diturunkan adalah Cassano dan Di Natale. Dari 6 gol Italia 5 diantaranya dicetak oleh penyerang-penyerang mereka, Di Natale menyumbangkan gol saat turun menggantikan Balotelli melawan Spanyol, hal ini dibalas Balotelli saat menggantikan Di Natale pada laga melawan Republik Irlandia plus 2 gol melawan Jerman, dan satu gol lagi dicetak Cassano. Terlihat kemampuan penyerang-penyerang Italia dalam memproduksi gol menjadi ancaman tersendiri bagi pertahanan Spanyol, kekalahan Jerman yang notabene tim yang belum terkalahkan sebelumnya menjadi sinyal bahaya buat Spanyol bahwa secara kualitas Italia tidak berbeda jauh dengan Spanyol.

Italia mulai menemukan formnya ketika Cesare Prandelli menggunakan formasi 4-1-3-2 (offensive) yang digunakan mulai dari pertandingan menghadapi Republik Irlandia. 4 Pemain bertahan yang tidak berdiri sejajar diisi Abate, Barzagli, Bonucci, Balzaretti mampu menampilkan kesolidan pertahanan. Keempat pemain bertahan tersebut sejauh ini mampu memainkan peranannya sebagai tembok di jantung pertahanan Italia. Bonucci yang berusia 25 tahun tidak kikuk berduet dengan sejawatnya Barzagli yang sama-sama bermain di Juventus. 

Pada 2 pertandingan awal Bonucci dipasangkan dengan De Rossi dan Chiellini dengan formasi 3 pemain belakang dan ini terlihat tidak setangguh ketika menggunakan 4 pemain bertahan. Di tiga laga terakhir Italia menggunakan kombinasi Abate, Barzagli, Bonucci, Balzaretti dan Chiellini, hanya sekali Christian Maggio turun sebagai pemain pengganti itupun di injury time. Dengan ketangguhan yang sudah terbukti di tiga pertandingan terakhir rasanya Cesare Prandelli kembali menurunkan kombinasi pertahanan diatara kelima pemain tersebut.

Maju ke tengah, kunci permainan Italia tidak bisa dipungkiri salah satunya adalah Adrea Pirlo. Pemain yang memiliki caps terbanyak kedua di tim saat ini setelah Buffon merupakan otak serangan Italia, dengan akurasi umpan dan efektifitas pergerakan plus memiliki tendangan bebas yang mumpuni wajar Pirlo menjadi andalan di lini tengah Italia. 

Pirlo merupakan satu-satunya pemain yang mencetak gol diluar penyerang memiliki visi permainan yang bagus dan sangat fasih memainkan peran deep playmaker yang belakangan ini jadi trend di beberapa klub sepakbola maupun tim nasional. Pirlo merupakan pemain yang selalu dimainkan dan tidak pernah digantikan sepanjang 5 laga yang sudah dilewati Italia pada Piala Eropa ini, hal ini menggambarkan kebutuhan Italia pada sosok Pirlo walau sudah memasuki usia 34 yang secara fisik dan kecepatan sudah menurun.

Ditengah Italia juga memiliki De Rossi, nah bukannya tadi dia diomongin juga pas bagian lini belakang?? Yup, inilah yang jadi kelebihan De Rossi, dia mampu ditempatkan baik itu menjadi pemain bertahan maupun di lini tengah. Seperti Pirlo, De Rossi juga pemain yang selalu dimainkan dan tidak pernah digantikan. Setelah pada 2 pertandingan awal dia dimainkan sebagai pemain bertahan kemudian dia dikembalikan ke lini tengah dimana dia sering dimainkan mulai dari pertandingan terakhir grup sampai semifinal. Bermain bersama Motta atau Montolivo dan Marchisio lini tengah Italia terlihat kompak. 

Jika Italia mampu menjaga keseimbangan dan bermain lebih dinamis sangat mungkin mereka dapat mengalahkan Spanyol mengingat mereka memiliki penyerang-penyerang eksplosif yang siap menuntaskan peluang yang dikreasi lini tengah.

So, saya rasa pertandingan ini akan menarik jika Italia mau bermain terbuka dan tampil lebih agresif. Mengharapkan hasil seri dan pertadingan harus dituntaskan melalui adu pinalti tentunya sangat riskan, mengingat Spanyol memiliki penjaga gawang yang sama baiknya dengan Italia. Dari kesiapan penendang-penendang pinalti saya rasa keduanya lebih siap mengingat keduanya sudah melewati drama adu pinalti sebelumnya.

Jika saja Del Bosque mau menurunkan striker murni sejak awal dan Cesare Prandelli mau menginstruksikan anak asuhnya bermain lebih terbuka dan agresif tentunya kita akan disuguhkan pertandingan penutup Piala Eropa yang enak ditonton dan tidak membosankan. Kita tunggu saja…Enjoy THE FINAL..!!
»»  Baca Selengkapnya...

Final Piala Eropa (Kilas Balik)


Akhirnya sampai juga kita di final Piala Eropa 2012, pertandingan yang akan dimainkan tanggal 1 Juli 2012 jam 08.45 waktu setempat atau tanggal 2 Juli 2012 pukul 01.45 WIB akan mempertemukan kembali Juara dan Runner Up  C yaitu Spanyol dan Italia. Bagi Spanyol ini merupakan final keempatnya setelah Piala Eropa 1964 (juara), 1984 (Runner Up) dan 2008 (Juara), sementara bagi Italia tampil di Final Piala Eropa kali ini menghapuskan penantian 12 tahun dan merupakan final ke-3 bagi mereka setelah sebelumnya menjadi juara pada Piala Eropa 1968 dan Runner Up di tahun 2000. Jadi final ini memiliki arti tersendiri buat masing-masing tim, jika Spanyol menang maka mereka menciptakan sejarah menjadi Negara pertama yang meraih trofi 2 kali berturut-turut sementara untuk Italia jika mereka berhasil memenangkan pertandingan menghapuskan puasa gelar selama 24 tahun di kancah Piala Eropa.

Sekedar refresh, pada saat pertandingan grup yang lalu hasil pertandingan 1-1, gol masing-masing dicetak oleh Antonio Di Natale untuk Italia dan Cesc Fabregas untuk Spanyol. Ini merupakan hasil seri ke-2 sepanjang pertemuan mereka dlm Piala Eropa setekah sebelumnya pada Piala Eropa 1980 di Italia mereka juga berada dalam 1 grup dan ketika itu berbagi angka 0-0, Italia akhirnya lolos sampai ke semifinal sementara Spanyol kandas di putaran grup setelah menjadi juru kunci.

Sepanjang perhelatan Piala Eropa sudah 4 final mempertemukan tim yang sebelumnya bertemu dalam babak putaran grup yaitu pada masing-masing pada Piala Eropa 1988, 1996 dan 2004, namun hanya pada Piala Eropa 2012 pertemuan para finalis sebelumnya di pertandingan grup berujung seri. Belanda pada Piala Eropa 1988 menjadi juara dengan mengalahkan Uni Sovyet yang pada pertandingan sebelumnya di grup B kalah 0-1. Kemudian pada Piala Eropa 1996, Jerman yang pada pertandingan grup C mengalahkan Rep. Ceko 2-0 kembali menang melalui babak perpanjangan waktu lewat Golden Gol Oliver Bierhoff di partai puncak sekaligus meraih gelar ke-3 dan sampai saat ini merupakan gelar terakhir Jerman di Piala Eropa. Dan pada Piala Eropa 2004 yang diadakan di Portugal, Yunani berhasil dua kali mengalahkan tuan rumah Portugal, pada putaran Grup Yunani menang 2-1 sementara pada partai puncak Yunani menang 1-0 lewat gol Charisteas dan memboyong gelar pertama Piala Eropa bagi Yunani.

Rekor pertemuan antara Spanyol dan Italia sendiri cukup berimbang dimana dari 30 pertandingan Italia unggul 10 kali dan Spanyol unggul 8 kali sisanya 12 kali seri. Sementara dalam 7 pertandingan terakhir Spanyol sedikit lebih baik yaitu unggul 2 kali dan Italia unggul sekali sementara 4 pertandingan lainnya berujung seri.

Untuk Piala Eropa sendiri catatan pertandingan antara keduanya juga berimbang dengan masing-masing menang sekali yaitu Italia pada putaran grup Piala Eropa 1988 sementara Spanyol menang melalui adu pinalti pada babak perempatfinal Piala Eropa 2008 yang lalu dimana akhirnya Spanyol menjadi Juara.
Demikian sekilas tentang pertemuan Italia versus Spanyol, dalam tulisan yang lain saya akan coba bedah kekuatan ke-2 tim. Sampai jumpa…
»»  Baca Selengkapnya...

Selasa, 26 Juni 2012

Portugal Versus Spanyol


Piala Eropa telah memasuki babak semifinal, tinggal 3 pertandingan lagi tersisa dan kita akan tahu siapakah jawara eropa, apakah akan lahir juara baru atau akan tercipta sejarah Spanyol sebagai Negara pertama yang menjadi kampiun Eropa 2 kali berturut-turut dan menyamai raihan Jerman dengan 3 gelar juara. Mampukah Jerman menambah koleksi gelar Eropanya dan semakin mengukuhkan diri sebagai Negara pengumpul Piala Eropa terbanyak, atau Italia yang menyamai rekor Spanyol dan Perancis dan menghapuskan puasa gelar Eropa selama 34 tahun? Semua akan terjawab nanti saat final yang akan digelar pada 1 Juli 2012.

Sebelum sampai ke final saya coba bedah kekuatan 2 semifinalis yang akan bermain nanti malam (ralat: tgl 27 Juni 2012 jam 20:45 waktu setemmpat atau pagi dini hari tgl 28 Juni 2012 jam 1:45 WIB), Portugal dan Spanyol. Menilik rekor sejarah Spanyol unggul jauh dengan torehan 16 kali menang, 12 kali seri dan hanya 6 kali kalah. Kurun waktu 2 dekade terakhir pertandingan antara Portugal dan Spanyol lebih banyak berakhir seri yaitu 5 kali seri, dan pada 4 pertandingan terakhir mereka saling mengalahkan dimana Spanyol 2 kali menang dan Portugal juga 2 kali menang. Spanyol meraih kemenangan di pertandingan persahabatan dan Piala Dunia sementara Spanyol di Pertandingan persahabatan dan Piala Eropa. Di Piala Eropa sendiri mereka baru 2 kali ketemu dengan hasil Portugal menang sekali dan sekali seri.

Nah itu faktor sejarah antara Spanyol dan Portugal. Untuk Piala Eropa 2012 sendiri Spanyol sudah pernah bermain sekali di Donbass Arena, Donetsk tempat semifinal melawan Portugal akan dipertandingan yaitu pada saat melawan Perancis di perempatfinal yang hasilnya sudah kita sama-sama ketahui dimenangkan Spanyol dengan skor 2-0. Sementara Portugal belum pernah bermain di Donbass Arena, jadi dari segi pengenalan lapangan tentunya Spanyol memiliki keuntungan.

Dari sisi masa istirahat Portugal memiliki keuntungan karena memainkan pertandingan perempatfinal dua hari lebih awal dari Spanyol, dengan masa istirahat 6 hari sementara Spanyol 4 hari tentunya pemain-pemain Portugal lebih bugar dan bisa mempersiapkan tim lebih lama ketimbang Spanyol.

Sejauh ini pemain andalan Spanyol Christiano Ronaldo mampu membuktikan diri dan menjawab keperceyaan manajer Paulo Bento dengan bertengger di puncak daftar Top Skor bersama-sama 3 pemain lainnya, sementara 3 pemain Spanyol membuntuti dengan 2 gol yaitu Fernando Torres, Xabi Alonso, Cesc Fabregas. Dari sisi ini Spanyol lebih merata dalam kemampuan mencetak gol pemainnya, sementara Portugal sangat mengandalkan Ronaldo, dan sejauh ini belum ada tim yang bisa mematikan pergerakan Ronaldo.
Ada 5 pemain Portugal yang bermain di liga Spanyol yang tentunya sudah merasakan atmosfir liga Spanyol dan mengenal karakter pemain-pemain Spanyol yang hamper semua pemain yang dibawa kali ini bermain di liga Spanyol, hanya 4 pemain yang bermain diluar Spanyol itupun hanya 1 yang rutin dimainkan selama Euro 2012 sebagai starter yaitu David Silva. So, ada keuntungan tersembunyi yang dimiliki Portugal yang mengenal karakter dan cara bermain Spanyol.

Dari sisi permainan keduanya memiliki gaya permainan yang mirip, Portugal yang dikenal dengan Brazil- fasih memainkan permainan tiki-taka merupakan tim yang mampu berlama-lama memainkan bola dimana catatannya cukup fantastis, dari 21 pertandingan terakhir yang dimainkan Spanyol 20 diantaranya memiliki penguasaan bola diatas 50%, dengan kebanyakan pemain bermain di liga domestik ini juga menjadi keuntungan buat Spanyol karena mereka sudah saling memahami gaya permainan masing-masing. Dengan gaya permainan yang mirip dan menyukai bermain menyerang tentunya kita berharap pertandingan lebih menarik, namun kita lihat apakah Portugal seperti kebanyakan tim yang bermain cenderung bertahan sebagai anti-theory dari gaya bermain menyerang dan aliran bola dari kaki ke kaki yang fasih dimainkan Spanyol, kalo ternyata Portugal memilih demikian maka sangat mungkin mereka akan mengalami hasil yang sama dengan tim-tim lain yang sudah dikalahkan Spanyol, dengan alasan Spanyol akan menguasai jalannya permainan dan yang kedua Portugal bukanlah tim bertahan yang memiliki dasar permainan bertahan yang bagus, sejauh ini mereka sudah kebobolan 4 gol, hanya berselisih 1 gol dari yang sudah mereka ciptakan. Spanyol sendiri tim yang seimbang, sejauh ini mereka telah mencetak 8 gol hanya kalah dari Jerman yang sudah mencetak 9 gol dan hanya kebobolan 1 yang merupakan tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit.

Spanyol saat ini kekurangan stok penyerang, dari 4 pertandingan yang sudah dimainkan hanya Torres yang pernah jadi starter, sementara yang lainnya Pedro Rodriguez dan Alvaro Negredo hanya masuk sebagai pemain pengganti bahkan Fernando Llorente sejauh ini belum turun bermain dalam Piala Eropa 2012. Bahkan pada pertandingan pembuka dan pertandingan terakhir Spanyol memulai pertandingan tanpa menggunakan striker murni dan ini menjadi catatan sendiri dalam turnamen sebesar Piala Eropa. Portugal sendiri setia memainkan Postiga sebagai ujung tombak didampingi Ronaldo dan Nani dibelakangnya, jika Portugal mampu mengekploitir kecepatan dan eksplosifitas Ronaldo dan Nani mereka akan mampu mengimbangi permainan Spanyol bahkan bisa jadi meraih kemenangan. Sayangnya Postiga akan absen dalam pertandingan semifinal ini akibat cedera yang didapatnya ketika melawan Rep. Ceko, kemungkinan Silvestre Valera yang sudah 2 kali masuk sebagai pemain pengganti dan telah mencetak 1 gol akan masuk menggantikan Postiga.

Well, gaya permainan yang terbuka dan bermain cepat dari kaki ke kaki yang mampu diperagakan kedua tim dengan baik, tentunya kita berharap disuguhkan pertandingan yang tidak membosankan. Spanyol tidak diragukan lagi diunggulkan dilihat dari sisi teknis permainan dan kedalaman skuadnya, terkecuali pada sisi penyerang, sementara Portugal memiliki pemain yang punya kecepatan dan naluri menyerang yang tidak kalah dari Spanyol, jadi mari kita tunggu saja pemenang diantara mereka, karena bisa jadi siapapun pemenangnya akan menorehkan catatan sejarah dalam Piala Eropa.

Sampai ketemu dalam ulasan pertandingan berikutnya.
»»  Baca Selengkapnya...

Rabu, 13 Juni 2012

Belanda Versus Jerman


Pertandingan Piala Eropa semakin menarik karena beberapa tim besar dengan catatan sejarah yang bagus tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Dini hari nanti kita akan disuguhkan pertandingan menarik antara Belanda menghadapi Jerman di Grup B.

Dilihat dari hasil pertandingan grup sebelumnya dimana Belanda ditumbangkan Denmark sementara Jerman berhasil mengalahkan Portugal maka pertandingan ini jelas memiliki arti lebih. Belanda pastinya ingin mempertahankan peluang lolos dari grup B sementara Jerman ingin sesegera mungkin memastikan lolos dari grup maut ini atau paling tidak memperbesar peluang lolos ke fase berikutnya.

Sebelumnya kita lihat dulu beberapa fakta sejarah pertemuan Belanda melawan Jerman.  Sepanjang sejarahnya Belanda sudah bertemu Jerman sebanyak 7 kali di berbagai ajang kompetisi dengan rekor Belanda menang 2 kali, seri 2 kali dan kalah 3 kali dengan selisih gol 12 kali memasukkan dan 12 kali kemasukan. Dari 12 gol Belanda 4 diantaranya dihasilkan melalui gol, sementara dari 12 gol Jerman hanya 2 gol yang diperoleh melalui pinalti.

2 kemenangan Belanda atas Jerman justru diraih dalam kancah Piala Eropa. Yang Pertama pada babak semifinal Piala Eropa 1988 dimana pada saat itu Belanda pada akhirnya meraih juara Piala Eropa. Dalam 2 dekade terakhir Jerman tidak pernah menang dari Belanda jika mereka bertemu di Piala Eropa. Setelah Piala Eropa 1988 Jerman kembali dikalahkan 

Belanda pada babak penyisihan grup Piala Eropa 1992 dan hanya memperoleh hasil seri di penyisihan grup Piala Eropa 2004. Bahkan pada Piala Eropa 2004 Jerman gagal meloloskan diri dari grup D yang akhirnya diwakili Rep. Ceko sebagai juara grup dan Belanda sebagai runner up.

Jika dilihat dari rentetan hasilnya tidak ada hasil berulang dari pertandingan Belanda melawan Jerman dimana rentetan hasil Belanda vs Jerman adalah KSKMKMS. Dari 2 pertandingan yang berakhir seri Jerman selalu mencetak gol terlebih dahulu, selain itu tidak ada pertandingan yang berakhir tanpa gol. Masing-masing Belanda dan Jerman rata-rata mencetak 1 gol dalam setiap pertandingan

Wasit yang memimpin pertandingan terakhir Belanda melawan Jerman adalah Anders Frisk asal Swedia, kebetulan wasit yang akan memimpin pertandingan dini hari nanti juga berasal dari Swedia. Dari Belanda ada 4 pemain skuad tim oranye tahun ini yang bermain pada pertemuan terakhir, mereka adalah John Heitinga, Wilfred Bouma, Wesley Sneijder dan Rafael van der Vaart. Hanya Wesley Sneijder yang masuk sebagai pemain pengganti, selain itu ada 1 pemain lagi yang dibawa pada Piala Eropa 2004 namun tidak bermain saat itu, dia adalah Arjen Robben. Sementara dari Jerman hanya Bastian Schweinsteiger yang bermain saat itu, itupun masuk sebagai pemain pengganti Bernd Scheneider pada menit 68, selain itu ada 2 pemain Jerman lainnya yang dibawa dalam skuad tim diesel namun tidak bermain saat itu, mereka adalah Lukas Podolski dan Miroslav Klose.

Dari beberapa fakta yang diungkapkan diatas ditambah kekuatan Belanda dan Jerman saat ini yang merata rasanya kita akan disuguhkan pertandingan yang ketat dan menarik, tensi pertandingan kemungkinan akan berlangsung dalam tempo tinggi. Ke-2 tim memiliki kepentingan masing-masing, terlebih lagi gengsi antara ke-2 tim yang dapat terlihat dari sejarah pertemuan mereka.

Apalagi dari pertandingan pertama yang sudah dijalani keduanya belum terlihat kekuatan mereka sesungguhnya. Jerman beruntung mendapatkan hasil positif ketika melawan Portugal, sementara Belanda harus menelan pil pahit kalah 0-1 dari Denmark yang membuat mereka harus memenangkan sisa pertandingan jika mereka ingin lolos dari grup maut tersebut.

So, kita saksikan dan tunggu saja siapa yang berhasil unggul dlaam pertandingan edisi ke-8 pertemuan Belanda melawan Jerman, akankah Belanda menyamakan rekor pertemuan mereka atau justru Jerman unggul dan membenamkan Belanda ke dasar klasemen? Rasanya ini merupakan salah satu pertandingan yang wajib ditonton pada Piala Eropa kali ini.
»»  Baca Selengkapnya...

Selasa, 12 Juni 2012

Tentang Piala Eropa


Gol Di Natale ke gawang Spanyol merupakan gol pertama Italia dalam 4 pertandingan Internasional yang sudah dijalani sebelumnya.

Sementara gol Cesc Fabregas ke gawang Italia menuntaskan kebuntuan Spanyol dalam membobol gawang Italia selama 364 menit.

Ada 3 negara yang manajer-nya bukan berasal dari Negara tersebut yaitu Timnas Yunani yang dimanajeri Fernando Santos asal Portugal, Russia digawangi oleh Dick Advocaat asal Belanda dan Republik Irlandia yang ditangani Manajer asal Italia Giovanni Trapattoni.

Dalam kurun lebih dari 2 dekade terakhir tidak ada tuan rumah yang berhasil meraih juara Piala Eropa. Bahkan hanya Portugal tuan rumah yang berhasil melaju sampai babak Final, sisanya kandas di semifinal, pada Piala Eropa 2008 yang lalu tuan rumah Swiss dan Austria bahkan kandas di babak penyisihan grup.

Lebih dari 2 dekade tidak ada juara Piala Eropa yang berhasil lolos sampai ke babak final pada Piala Eropa berikutnya, prestasi terbaik ditorehkan Belanda yang lolos sampai babak semifinal, sisanya bahkan tidak lolos sampai semifinal.

Dari 2 kali Piala Eropa digelar co-host juaranya berasal dari Negara yang sebelumnya sudah pernah meraih gelar Piala Eropa.

Top skor sementara putaran final Piala Eropa adalah Michel  Platini dengan 9 gol, sementara pemain yang masih aktif bermain yang berada dalam daftar pencetak gol terbanyak Piala Eropa adalah Zlatan Ibrahimovic dengan 5 gol.

Pemain bertahan Belanda Jetro Willems menjadi pemain termuda yang tampil di putaran final Piala Eropa. Saat menghadapi Denmark pada Piala Eropa 2012 dia bermain pada usia 18 tahun 71 hari melewati rekor Enzo Scifo, pemain tengah asal Belgia yang bermain pada usia 18 tahun 114 hari saat berlaga di Piala Dunia 1984. Ada 4 pemain lain yang bermain saat berusia 18 tahunan sepanjang sejarah Piala Eropa, mereka adalah:
  • Valery Bojinov (Penyerang Bulgaria) 18 tahun 127 hari pada Piala Eropa 2004
  • Johan Vonlanthen (Penyerang Swiss) 18 tahun 136 hari pada Piala Eropa 2004
  • Wayne Rooney (Penyerang Inggris) 18 tahun 232 hari pada Piala Eropa 2004
  • Alex Oxlade-Chamberlain (Pemain tengah Inggris) 18 thn 300 hari pd Piala Eropa 2012

Sementara Lothar Matthaus merupakan pemain tertua yang bermain di putaran final Piala Eropa. Saat menghadapi Rumania di Piala Eropa 2000 Matthaus berusia 39 tahun 91 hari. 4 Pemain tertua dibawahnya berusia 38 tahun, yaitu:
  • Morten Olsen (Bek Denmark) 38 tahun 301 hari pada Piala Eropa 1988
  • Peter Shilton (Kiper Inggris) 38 tahun 267 hari pada Piala Eropa 1988
  • Dino Zoff (Kiper Italia) 38 tahun 104 hari pada Piala Eropa 1980
  • Kostas Chalkias (Kiper Yunani) 38 tahun 9 hari pada Piala Eropa 2012

Manajer tertua di Piala Dunia 2012 adalah Giovanni Trapattoni yang melatih Republik Irlandia, Manajer berusia 73 tahun 85 hari asal Italia tersebut sekaligus menjadi manajer tertua sepanjang sejarah Piala Eropa.

Sementara manajer termuda pada Piala Eropa 2012 ini adalah Paulo Bento. Manajer asal Portugal tersebut berusia 42 tahun 354 hari saat menukangi Portugal pada Piala 2012 ini. Namun catatan manajer termuda dalam sejarah Piala Eropa masih dipegang Srečko Katanec yang menukangi Slovenia pada Piala Eropa 2000 saat berusia 36 tahun 333 hari.

Dari catatan pemain tertua, pemain termuda, Manajer tertua dan Manajer termuda tersebut hanya Enzo Scifo yang berhasil meraih kemenangan pada partai pertama saat menyandang rekor tersebut, saat itu Belgia menang 2-0 atas Yugoslavia pada Piala Eropa 1984.

Kartu merah tercepat diperoleh Eric Abidal pada Piala Eropa 2008 di Austri/Swiss saat melawan Italia saat penyisihan grup yang berujung pada kekalahan Perancis 0-2.

Gol pemain Kroasia Mario Mandzukic ke Rep. Irlandia pada menit 2.38” sementara menjadi gol tercepat di Piala Eropa 2012 ini. Namun gol tersebut hanya menempati urutan ke-6 gol tercepat sepanjang sejarah Piala Eropa. 5 Gol yang lebih cepat dari gol Mandzukic tersebut adalah: 
  • Gol Dmitri Kirichenko (Rusia) ke gawang Yunani pada Piala Eropa 2004 menit 1.07” 
  • Gol Sergei Aleinikov (Rusia/Uni Sovyet) ke gawang Inggris pada Piala Eropa 1988 menit 2.07” 
  • Gol Alan Shearer (Inggris) ke gawang Jerman pada Piala Eropa 1996 menit 2.14” 
  • Gol Michael Owen (Inggris) ke gawang Portugal pada Piala Eropa 2004 menit 2.25” 
  • Gol Hristo Stoichkov (Bulgaria) ke gawang Rumania pada Piala Eropa 1996 menit 2.27”
 
Pemain termuda yang mencetak gol pada putaran final Piala Eropa adalah Johan Vonlanthen (18 tahun 140 hari), penyerang asal swiss tersebut mencetak satu-satunya gol Swiss ke gawang Perancis yang kala itu dikawal Fabien Barthez pada menit ke 26 di penyisihan grup Piala Eropa 2004. Swiss kalah 1-3 pada pertandingan tersebut. Sebelumnya rekor tersebut dipegang Wayne Rooney yang mencetak 2 gol ke gawang Swiss 4 hari sebelumnya pada usia 18 tahun 141 hari.

Sedangkan pemain tertua yang mencetak gol adalah Ivica Vastic (38 tahun 257 hari). Golnya melalui titik pinalti di menit 90+3” menyelamatkan Austria dari kekalahan saat menghadapi Polandia pada Piala Eropa 2008.

Dalam Piala Eropa 2012 ini Republik Irlandia dan Inggris bertolak belakang. Sementara tidak ada satupun pemain Republik Irlandia yang bermain di liga local pemain-pemain Inggris justru seluruhnya bermain di Liga Inggris.

Tunggu Serba-Serbi berikutnya ya…
»»  Baca Selengkapnya...

Senin, 04 Juni 2012

Serba-Serbi Piala Eropa


Final Euro 2012 tinggal menghitung hari, sambil menantikan pertandingan final tersebut dimulai saya coba liat beberapa catatan menarik tentang piala eropa tersebut.

Piala Eropa pertama kali diadakan pada 1960 di Perancis, yang idenya pertama kali dicetuskan oleh Henri Delaunay (Ketua PSSI-nya Perancis kala itu), untuk itulah tropi ini dinamakan Tropi/piala Hendri Delaunay. Beliau juga yang memprakarsai  perhelatan Piala Dunia bersama-sama dengan Jules Rimet. Pada perhelatan pertama ini piala diraih oleh Uni Sovyet dengan mengalahkan Yugoslavia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu, gol-gol Uni Sovyet diciptakan oleh Metreveli dan Ponedelnik sementara gol Yugoslavia diciptakan oleh Galic. Pemain legendaris Uni Sovyet Lev Yashin bermain saat itu. Final sendiri dimainkan di stadion Parc des Princes, Paris.

Fase berikutnya adalah saat format juara ke-tiga dihapuskan, yaitu pada tahun 1984. Piala Eropa kala itu digelar kembali di Perancis, dan tuan rumah berhasil meraih tropi Piala Eropa untuk pertama kalinya. Selain itu ini merupakan keikutsertaan pertama kali Perancis setelah Piala Eropa pertama yang juga digelar di Perancis tahun 1960. Di Final Perancis mengalahkan Spanyol dengan skor 2-0. Gol-gol Perancis dicetak oleh Platini dan Bellone. Final juga dimainkan di stadion Parc des Princes, Paris seperti ketika pada final Piala Eropa pertama. Michel Platini menjadi top skor dengan total 9 gol dari 5 laga diikuti oleh Frank Arnesen dari Denmark.

Masih ingat gol Marco Van Basten yang fenomenal itu? Gol tersebut diciptakan kala menghadapi Uni Sovyet di stadion Olympia, Munich pada final Euro 1988. Itu menjadi tropi pertama Belanda dan satu-satunya sampai saat ini dimana mereka mengalahkan Uni Sovyet 2-0. Selain Van Basten satu gol lagi diciptakan oleh Ruud Gullit.

Piala Dunia 1996 merupakan fase berikutnya dimana jumlah peserta bertambah menjadi 2 kali lipat yaitu 16 peserta dari sebelumnya 8 peserta, logo Piala Eropa-pun berubah motif dari yang sebelum-sebelumnya.  Selain itu pada Piala Eropa kali ini juga menggunakan sistim Golden Gol bila pertandingan berlangsung seri pada waktu normal 2 x 45 menit. Oliver Bierhoff menjadi aktor  lapangan hijau yang membukukan namanya dalam tinta sejarah persepakbolaan (Piala Eropa) dengan menjadi orang pertama yang mencetak golden gol  pada final Piala Eropa. Gol Bierhoff kala itu dicetak pada menit ke-95 dan berhasil menghantarkan Jerman menyandang gelar ketiga atau pertama setelah Jerman bersatu (dahulu terbagi menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur) dengan mengalahkan Republik Ceko 2-1, kedua gol Jerman dicetak oleh Bierhoff.
Kemudian pada pagelaran Piala Eropa berikutnya tahun 2000 adalah pagelaran pertama yang diadakan di 2 negara secara bersamaan (Belanda dan Belgia). Pada Piala Eropa ini Perancis meraih tropi ke-2 nya dengan mengalahkan Italia 2-1 di final yang dimainkan di Stadion De Kuip, Rotterdam. Gol kemenangan Perancis diraih melalu drama Golden Gol  yang dicetak Trezequet pada menit ke-103, lebih dramatis lagi karena gol penyeimbang Perancis dicetak Sylvain Wiltord pada menit 90+4 (menit ke-4 injury/addtional time). Top Skor kala itu diraih pemain Perancis lainnya Patrick Kluivert.

Pada tahun berikutnya tahun 2004 Yunani membuat kejutan dengan mengalahkan Portugal 1-0 lewat gol Charisteas di menti 57 pada pertandingan final dan merebut trofi Piala Eropa pertama bagi Yunani. Sebelumnya Portugal juga dijungkalkan Yunani di babak penyisihan grup dengan skor 2-1 dimana gol-gol Yunani dicetak Giorgios Karagounis dan Angelos Basinas sementara gol Portugal dicetak Christiano Ronaldo. Pada Piala Eropa ini Yunani bermain efektif kalo tidak mau dibilang bertahan habis dan mengandalkan serangan balasan, hal ini terlihat dari statistik bahwa pada fase knockout kemenangan yang mereka raih selalu dengan skor 1-0 lewat gol yang dihasilkan dari sundulan kepala. Masing-masing tim yang dikalahkan adalah Perancis, Republik Ceko dan Portugal. Pada tahun ini juga diperkenalkan Silver Goal¸jika pertandingan berlangsung seri dalam waktu normal (2 x 45 menit) maka tim yang memimpin pada 15 menit pertama perpanjangan waktu akan meraih kemenangan.

Sebelum kelupaan ada juga kejutan pada Piala Eropa 1992 yang diadakan di Swedia. Ketika itu Denmark menjadi peserta Piala Eropa karena menggantikan Yugoslavia yang tengah bergolak dan terjadi perang saudara disana berhasil memboyong Piala Eropa ke negaranya. Denmark merupakan runner-up dibawah Yugoslavia dalam babak penyisihan Piala Eropa kala itu. Pada Piala Eropa ini juga merupakan masa transisi Uni Sovyet sebelum pecah dan akhirnya menjadi beberapa negara. Mereka saat itu diwakili oleh CIS (Commonwealth of Independent State) sebelum nantinya terbentuk tim Nasional mereka sendiri. Pemain-pemain CSI terdiri dari  Rusia, Ukraina, Belarusia, Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Kyrgyzstan, Armenia, Azerbaijan, Moldova, dan Tajikistan. Denmark menjadi juara setelah mengalahkan Jerman di final dengan skor 2–0 lewat gol-gol dari John Jensen dan Kim Vilfort, hal ini lah yang membuat mereka dijuluki Tim Dinamit.

Itu kira-kira kilasan dari Piala2 Eropa sebelumnya. Fakta-fakta lain tentang Piala Eropa yaitu:

Jerman merupakan Negara pengoleksi gelar Piala Eropa terbanyak dengan 3 gelar.

Ada 7 negara yang pernah menjadi tuan rumah tapi belum pernah merasakan nikmat gelar juara mereka adalah Belgia (1972, 2000), Yugolavia (1976), Swedia (1992), Inggris (1996), Portugal (2004), Austria (2008) dan Swiss (2008). Bahkan Inggris belum pernah sama sekali mencicipi final, bersama dengan Swedia, Austria dan Swiss.

Ada 4 negara yang telah berhasil meraih gelar juara namun belum pernah menjadi tuan rumah Piala Eropa, mereka adalah: Rusia (dahulu Uni Sovyet), Republik Ceko, Denmark, Yunani.

Belum pernah ada Negara yang berhasil mempertahankan gelar juara pada perhelatan Piala Eropa musim berikutnya. Mampukah Spanyol menghapuskan catatan tersebut? bisa jadi...qeqeqe

Setelah menjadi Runner-up pada musim berikutnya Jerman selalu berhasil meraih gelar Juara Piala Eropa. Tahun 1976 Jerman menjadi Runner-up setelah dikalahkan Cekoslovakia, ditahun berikutnya mereka meraih gelar juara dengan mengalahkan Belgia. Tahun 1992 Jerman dikalahkan Denmark di final dan pada pagelaran berikutnya di Inggris mereka meraih gelar dengan mengalahkan Republik Ceko (Revenge 1976). Nah tahun 2008 lalu Jerman dikalahkan Spanyol di final, akankah mereka meraih gelar juara tahun ini? Dengan mengalahkan Denmark mungkin? sebagai revenge dari kekalahan mereka di final Euro 1992?? Who Know...hehehe

Eropa Timur baru mendapatkan 1 kali kesempatan menjadi tuan rumah, ketika itu diadakan di Yugoslavia, dimana gelar juara diboyong sesama negara Eropa Timur yaitu Cekoslovakia.

Dari 13 kali kesempatan Eropa Barat menggelar Piala Eropa hanya sekali Eropa Timur berhasil merebut juara, yaitu pada Piala Eropa pertama di Perancis tahun 1960. Saat itu gelar juara diraih Uni Sovyet.

Dari 16 peserta Piala Eropa 2012 7 negara diantara belum pernah mencicipi gelar juara, mereka adalah: Kroasia, Inggris, Portugal, Republik Irlandia, Swedia, dan tuan rumah Polandia serta Ukraina.
Jerman juga menjadi negara paling sering tampil di final yaitu 6 kali dimana 3 diantaranya berturut-turut 1972, 1976, 1980, 1992, 1996, 2008.


Jerman juga menjadi Negara paling sering tampil di putaran final Piala Eropa yaitu 11 kali, masing-masing pada tahun 1972. 1976, 1980. 1984. 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012. Mereka hanya absen di 3 putaran final Piala Eropa pertama.


Otto Rehhagel asal Jerman menjadi satu-satunya Manajer/Pelatih yang bukan berasal dari Negara yang sama dengan negara yang meraih gelar juara Piala Eropa. King Otto meraihnya bersama Yunani pada tahun 2004.

Jika Iker Casillas dan Olof Mellberg dimainkan pada Piala Eropa 2012 ini maka ia menjadi pemain yang paling sering tampil di Piala Eropa yaitu 4 kali (2000, 2004, 2008, 2012) bersama-sama dengan 6 pemain lainnya yaitu: Lothar Matthaus, Peter Schmeicel, Aron Winter, Alessandro Del Piero, Edwin Van der Sar dan Lilian Thuram.

Iker Casillas juga akan mencatatkan rekor lain seandainya dia berhasil membawa Spanyol meraih gelar juara Piala Eropa. Dia akan jadi orang pertama yang berhasil meraih gelar Piala Eropa sebanyak 2 kali.

Inggris merupakan satu-satunya negara peraih trofi Piala Dunia yang belum pernah merasakan gelar juara. Prestasi terbaik mereka adalah sekali berada di posisi 3 yaitu pada Piala Eropa 1968 di Italia.

Republik Irlandia baru tampil lagi di putaran final Piala Eropa setelah putaran final Piala Eropa 1988 atau 24 tahun lalu. Mereka menyusul Perancis dan Yunani yang sama-sama baru tampil lagi di Piala Eropa setelah 24 tahun lalu.

Michel Platini merupakan pencetak gol terbanyak putaran final Piala Eropa dengan 9 gol disusul Alan Shearer dengan 7.

Ada 4 Piala Eropa dimana top skor bukan berasal dari negara peraih gelar juara, masing-masing pada Piala Eropa tahun 1968, 1976, 1996, 2004.
 
Well segitu dulu ya fakta-fakta menarik mengenai Piala Eropa. Dilanjut nanti lagi, saya mau pulang dulu.
»»  Baca Selengkapnya...
Sharing Moments, Berbagi Untuk Kebaikan...