Tampilkan postingan dengan label Another Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Another Story. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 September 2013

200NEY, Wonder Gol from Wonder Kid

Kali ini saya mau ngobrolin tentang Wayne Rooney, anggota Timna s Inggris dan Manchester United yang sama-sama mengenakan kostum no. 10 di timnya tersebut baru saja mencatat rekor 200 gil di klubnya tersebut. Rooney menjadi orang ke-4 yang berhasil masuk “klub 200” bergabung bersama Sir Bobby Charlton, Denis Law dan Jack Rowley.

Gol ke 199 dan 200-nya diciptakan pada pertandingan pembuka Liga Champion musim 2013/14 yang dimainkan di Old Trafford. Dua Gol Rooney tersebut membawa United memenangi laga dengan hasil akhir 4-2, dua gol lain diciptakan Robin Van Persie dan Valencia.

Rooney sendiri pernah meraih 6 kali gol of the month dan 3 kali gol of the season. Nah gima kalo kita liat gol-gol itu.

Gol Of the month pertama diciptakan saat masih berseragam Everton pada musim 2002-03, tepatnya pada tanggal 19 Oktober 2002 pada laga Premiership melawan Arsenal di Goodison Park, kandang Everton. Pada musim itu Everton hanya finish pada posisi ke-7 klasemen akhir EPL. Saat itu Rooney masih berusia 16 tahun 9 bulan. Gol tersebut juga mengakhiri rekor 30 pertandingan tak terkalahkan Arsenal dan saat itu Rooney menjadi pencetak gol termuda di Premier League dalam usia 16 tahun 360 hari, sebelum akhirnya dipatahkan oleh James Milner yang saat itu berkostum Leeds United) dalam usia 16 tahun 355 hari dua bulan kemudian saat mencetak gol ke gawang Sunderland pada laga boxing day tahun yang sama.

Setelah itu gol-gol Rooney yang menjadi Gol of the month dan Gol of the season diciptakan saat berkostum United. Gol of the moment pertama kala berkostum United dicetak pada musim 2004-05 saat berhadapan dengan Middlesbrough di laga putaran ke-4 FA Cup yang dihelat di Old Trafford, kemudian berikutnya masih pada musim yang sama saat berhadapan dengan Newcastle United pada laga Premiership yang juga bertempat di Old Trafford. Setelah itu kembali terjadi pada laga putaran ke-4 FA Cup, hanya kali ini ketika berhadapan dengan Portsmouth  di Old Trafford musim 2006-07, juga di musim yang sama gol of the month dicetak pada laga Premiership kontra Bolton Wanderers di Old Trafford.Gol of the month terakhir dicetak pada laga derby melawan Manchester City musim 2010-11 yang pada saat itu pertandingan juga dilangsungkan di Old Trafford. Kala itu lewat gol bicycle kick yang akurat membawa United menang 2-1
dari City.

Sementara 3 gol Rooney yang menjadi gol of the season yaitu gol pada laga melawan Middlesbrough, Bolton Wanderers dan tentunya gol bicycle kick melawan City.

Dengan 200 gol yang telah diciptakan Rooney bagi United mencerminkan dedikasi dan profesionalismenya bagi United, walau sempat diterpa isu akan keluar namun United tetap bisa membuktikan bahwa ia adalah pemain penting dan selalu memberikan yang terbaik bagi United.

'The crowd are singing my name: ‘Rooney, Rooney, Rooooo-neeee! And there’s no better feeling in the world. (Wayne Rooney on a game vs City Feb 12,2011).
»»  Baca Selengkapnya...

Rabu, 11 September 2013

Get Home Safely

Lama tak menulis di blog karena kesibukan membuat malas untuk memulainya kembali, dengan sedikit paksaan coba menulis kembali, menuangkan apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan.

Berita-berita belakangan di televisi kebanyakan bukan tayangan yang edukatif dan jauh dari dikatakan menyenangkan. Gimana gak mulai dari kecelakaan akibat pengendara mobil yang “masih dibawah umur” yang tentunya gak punya Surat Ijin Mengemudi (SIM) sampai berita tertembaknya seorang polisi di jalan utama ibukota. Masih ada lagi berita tentang rekening gendut calon KAPOLRI dan berita tentang artis yang membatalkan pertunangan dengan kekasihnya yang belakangan diketahui TIPSANI alias tipu sana dan sini dan membuat heboh dunia socmed dengan kosakatanya yang sulit dipahami oleh kebanyakan orang bahkan mungkin seorang intelektual sekalipun.

Sebagai seseorang yang pernah jadi korban kecelakaan lalu-lintas sampai patah kaki berungkali saya miris dengan “semangat keselamatan” berlalu-lintas di ibukota ini. Sebenarnya bukan cuma AQJ atau yang akrab dipanggil Dul yang merupakan putra artis tersohor di negri ini yang mengendarai kendaraan saat “masih dibawah umur” atau tan SIM, masih banyak sekali anak-anak yang baru beranjak gede atau ABG yang wara-wiri dengan mengendari kendaraan baik itu mobil atau motor, coba aja datengin tiap sekolah-sekolah SD dan SMP terus liat ke parkirannya dan cek satu-satu kendaraan yang parkir disitu dijamin beberapa atau bisa jadi banyakan kendaraan yang dibawa murid dibandingin dibawa guru-gurunya.

Kebanyakan mereka gak mikirin keselamatan orang lain. Boro-boro keselamatan orang lain, keselamatan dirinya sendiri aja gak dipikirin. Iya sih lokasi sekolah dan rumah gak terlalu jauh tapi itu bukan alasan untuk tidak memperhatikan keselamatan berlalu-lintas, mulai dari kelengkapan surat-surat sampai perlengkapan keselamatan semisal helm. Orang tua juga memang ikut berkontribusi, alih-alih ingin memanjakan anak dengan memberikan kendaraan kepada anak-anaknya justru itu malah jadi mesin pembunuh di jalanan.

Aparat keamanan di jalan juga bisa jadi ikut punya andil (kalo gak mau dibilang emang punya andil) tentang keamanan di jalan raya. Sepanjang perjalanan saya dari rumah ke kantor sering nemuin jalanan yang gak dijaga ama polisi padahal jalanan itu macetnya gak ketulungan, ada juga yang Cuma duduk-duduk dibawah pohon sementara banyak pengendara anak sekolah yang berseliweran gak pake helm dan lain sebagainya. Memang gak semua kondisi polisi kaya begitu, ada juga yang saya temuin polisi yang rajin, tiap pagi saya selalu liat dia atur lalu-lintas dengan sabar, memperlancar arus lalu-lintas yang pastinya gak mudah ditengah ego berkendara kebanyakan pengendara yang tinggi.

So, keselamatan berkendara itu menjadi tanggung jawab kita semua, mulai dari pengguna jalan rayanya, yang bikin aturannya, sampe yang menjaga agar aturan itu berjalan sesuai dengan yang harapkan dan diamanahkan. Kalo semangatnya dah sama gak perlu nunggu kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh anak dibawah umur bawa kendaraan baru dilakukan razia nangkepin anak-anak. Biaya untuk melakukan pencegahan kayanya lebih murah deh dibandingin biaya untuk memperbaiki yang udah terjadi.


Kalo mengenai penembakan polisi dan rekening gendut polisi pengen juga sih ngomongin tapi kayanya materinya berat diomongin sore-sore gini apalagi ngomongin bahasa carut-marutnya Vicky Prasetyo yang sulit dipahami (paling gak oleh saya), hehehe.
»»  Baca Selengkapnya...

Sabtu, 29 Oktober 2011

CEHIRKAN (Cerita Akhir Pekan)


Krrriiiiinnnggggg……..krrriiiinnnggggg……..suara telepon terdengar dari ruang tamu, bergegas Danu berlari dari kamarnya, sudah sejak pagi ia menantikan telpon dari Rizal, teman kelasnya di SMA Bakti Kasih yang sudah dikenalnya sejak sekolah dasar. Rencananya mereka akan berlibur ke Pulau Umang bersama-sama teman mereka yang lain, liburan yang sudah direncanakan bersama 3 minggu lalu. “Haloooo….seru Danu”, “ini Danu ya?” jawab seseorang di ujung telepon, “iya, saya Danu ini siapa ya?”, “Dan, ini gue Reni, masih inget gak? Temen SMP elu, kita pernah sekelas waktu kelas 1, waktu kelas 2 gue pindah ke Surabaya, inget kan?”, Sejanak Danu terdiam, deeggghhhh serasa sesak dadanya, dia kembali terkenang masa-masa SMP dulu, bagaimana dia sangat pendiam dan cenderung tertutup, jangankan mengutarakan rasa suka dan kagum terhadap seseorang, ditengah keramaian saja dia cenderung jadi pengamat. Salah seorang yang dikaguminya ya Reni ini, sosok wanita yang mudah bergaul dan mencairkan suasana namun bukan orang yang tebar pesona, termasuk murid yang pandai dikelasnya namun tidak segan untuk berbagi ilmu, benar-benar sosok yang jadi idola teman-teman disekolahnya terutama teman-teman pria. Reni terpaksa pindah sekolah karena dia harus mengikuti ibunya pulang ke kampung halaman setelah ditinggal pergi ayahnya. Danu sudah tertarik pada Reni sejak pertama mereka bertemu sampai saat mereka berpisah. Kenangan itu masih terekam dan tersimpan dengan baik dalam ingatannya, saat daftar ulang dan mereka berada dalam kelas yang sama.

“Hallllloooooo……Dan, dah lupa nih kayanya, abis diem aja” terdengar lagi suara dari ujung telepon menyadarkan Danu dari lamunannya mengenang masa lalunya. 

“Ehh, iya iya inget gue, apa kabar elu Rin? Dah lama gak ketemu, tinggal dimana sekarang? Masih di Surabaya?” jawab Danu dengan semangatnya. 
“Iya, gue masih di Surabaya, rencananya besok gue mau ke Jakarta, sepupu gue merit, gue pikir bisa sekalian ketemuan sama elu n temen-temen yang laen”, 
“besok ya? Aduh, gue hari ini mau jalan-jalan sama temen-temen gue nih, baru balik Senin, sekalian liburan mumpung tanggal merah”, 
“Ohhh, ya udah kalo emang gak bisa, laen kali aja kalo ada kesempatan”,
“Ren, emang elu di Jakarta sampe kapan? Kl emang kita bisa atur waktu ketemuan” Danu bertanya sembari berharap mereka dapat bertemu walau dalam waktu yang singkat,
“Gue pulang minggunya, cuma semalem doang, kalo kelamaan kasian nyokap gue, dia kan gak bisa ninggalin warungnya lama-lama, nti kita makan apaan” seru Reni sambil senyum-senyum sendiri
“aahh elu bisa aja Ren, emang nyokap elu buka warung ya disana? Oh iya, gimana kabar nyokap elu?”,
“Iya, sepeninggal bapak kan cuma nyokap sandaran hidup gue, ya usaha kecil-kecilan aja asal cukup buat kebutuhan sehari-hari en sekolah gue. Kabar orang tua elu sendiri gimana? Sehat-sehat kan?”, 
“Mereka sehat-sehat aja, tahun lalu nyokap kena kanker payudara, sampe sekarang masih dalam perawatan”, 
“Hah, kog gak ada yang ngasih tau gue ya, gimana ceritanya Dan?”, 
“Panjang Ren ceritanya, enakan ketemuan sambil cerita kayanya”, 
“oh, ya udah, nanti kalo ada waktu kita ketemuan ya. Udah dulu ya Dan, nyokap gue dah manggil, masih mau packing nih”, 
“Iya Ren, sampe ketemu ya, salam sama nyokap elu”, 
“Bye Dan, salam juga sama bokap-nyokap elu ya”, “Bye Ren” jawab Danu seraya menutup telepon.


---- Nantikan kisah selanjutnya ----
»»  Baca Selengkapnya...
Sharing Moments, Berbagi Untuk Kebaikan...