Tampilkan postingan dengan label Coretan Kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan Kata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2013

Get Home Safely

Lama tak menulis di blog karena kesibukan membuat malas untuk memulainya kembali, dengan sedikit paksaan coba menulis kembali, menuangkan apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan.

Berita-berita belakangan di televisi kebanyakan bukan tayangan yang edukatif dan jauh dari dikatakan menyenangkan. Gimana gak mulai dari kecelakaan akibat pengendara mobil yang “masih dibawah umur” yang tentunya gak punya Surat Ijin Mengemudi (SIM) sampai berita tertembaknya seorang polisi di jalan utama ibukota. Masih ada lagi berita tentang rekening gendut calon KAPOLRI dan berita tentang artis yang membatalkan pertunangan dengan kekasihnya yang belakangan diketahui TIPSANI alias tipu sana dan sini dan membuat heboh dunia socmed dengan kosakatanya yang sulit dipahami oleh kebanyakan orang bahkan mungkin seorang intelektual sekalipun.

Sebagai seseorang yang pernah jadi korban kecelakaan lalu-lintas sampai patah kaki berungkali saya miris dengan “semangat keselamatan” berlalu-lintas di ibukota ini. Sebenarnya bukan cuma AQJ atau yang akrab dipanggil Dul yang merupakan putra artis tersohor di negri ini yang mengendarai kendaraan saat “masih dibawah umur” atau tan SIM, masih banyak sekali anak-anak yang baru beranjak gede atau ABG yang wara-wiri dengan mengendari kendaraan baik itu mobil atau motor, coba aja datengin tiap sekolah-sekolah SD dan SMP terus liat ke parkirannya dan cek satu-satu kendaraan yang parkir disitu dijamin beberapa atau bisa jadi banyakan kendaraan yang dibawa murid dibandingin dibawa guru-gurunya.

Kebanyakan mereka gak mikirin keselamatan orang lain. Boro-boro keselamatan orang lain, keselamatan dirinya sendiri aja gak dipikirin. Iya sih lokasi sekolah dan rumah gak terlalu jauh tapi itu bukan alasan untuk tidak memperhatikan keselamatan berlalu-lintas, mulai dari kelengkapan surat-surat sampai perlengkapan keselamatan semisal helm. Orang tua juga memang ikut berkontribusi, alih-alih ingin memanjakan anak dengan memberikan kendaraan kepada anak-anaknya justru itu malah jadi mesin pembunuh di jalanan.

Aparat keamanan di jalan juga bisa jadi ikut punya andil (kalo gak mau dibilang emang punya andil) tentang keamanan di jalan raya. Sepanjang perjalanan saya dari rumah ke kantor sering nemuin jalanan yang gak dijaga ama polisi padahal jalanan itu macetnya gak ketulungan, ada juga yang Cuma duduk-duduk dibawah pohon sementara banyak pengendara anak sekolah yang berseliweran gak pake helm dan lain sebagainya. Memang gak semua kondisi polisi kaya begitu, ada juga yang saya temuin polisi yang rajin, tiap pagi saya selalu liat dia atur lalu-lintas dengan sabar, memperlancar arus lalu-lintas yang pastinya gak mudah ditengah ego berkendara kebanyakan pengendara yang tinggi.

So, keselamatan berkendara itu menjadi tanggung jawab kita semua, mulai dari pengguna jalan rayanya, yang bikin aturannya, sampe yang menjaga agar aturan itu berjalan sesuai dengan yang harapkan dan diamanahkan. Kalo semangatnya dah sama gak perlu nunggu kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh anak dibawah umur bawa kendaraan baru dilakukan razia nangkepin anak-anak. Biaya untuk melakukan pencegahan kayanya lebih murah deh dibandingin biaya untuk memperbaiki yang udah terjadi.


Kalo mengenai penembakan polisi dan rekening gendut polisi pengen juga sih ngomongin tapi kayanya materinya berat diomongin sore-sore gini apalagi ngomongin bahasa carut-marutnya Vicky Prasetyo yang sulit dipahami (paling gak oleh saya), hehehe.
»»  Baca Selengkapnya...

Senin, 23 Januari 2012

Cinta dan Keajaiban












Cinta bukanlah sesuatu yang dibangun diatas kemungkinan
Tetapi dibangun diatas sebuah kepastian….
Kepastian bahwa cinta itu sendiri membuat orang yang tinggal didalamnya
Hidup yang damai dan bahagia

Cinta adalah keajaiban….
Keajaiban yang mampu membuat seseorang merasa hidup
Sebuah keajaiban yang senantiasa dinantikan
Yang manakala kita menemukan cinta tersebut
Saat itu kita menemukan keajaiban hidup

Sepanjang perjalanan hidupku
Tidak banyak hal membahagiakan yang bisa aku temukan
Dari sedikit hal tersebut terselip sesuatu yang sangat berharga
KELUARGA

Yang memampukan aku untuk terus melangkah
Menyusuri hidup, menikmati waktu, melalui hari
Memaknai apa itu member I, menyayangi, mengasihi dan mencintai itu sendiri

Belajar bagaimana bersabar menghadapi setiap kesulitan
Menghargai setiap hal yagn telah dilalui
Dan belajar untuk menjadi lebih baik

KELUARGA-lah hal terindah dalam hidupku
Yang bisa kutemui disepanjang waktuku
Hal berharga yang melekat erat di hatiku
Yang ada disetiap langkahku
Ada tepat di mata hatiku

Syukurku atas keluarga yang aku miliki…
Dimana aku bisa menemui cinta yang sesungguhnya….
Yang membuat aku bisa merasakan keajaiban hidup ini
Membuat aku bisa tegar melangkah mengarungi liku kehidupan…..


Samarinda, 23 Januari 2012
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 25 November 2011

UNTAIAN RASA CINTA

CINTA

Kutulis  ini saat perenungan malamku
Mata terasa berat namun hati ini membawa jemari menuliskan sesuatu
Sesuatu untuk seseorang yang selalu kucintai dan kusayangi jauh di lubuk hatiku
Yang senantiasa tinggal dalam jiwa dan menerangi diri yang penuh cela ini

Cinta dalam kehidupan adalah warna dan kebahagiaan
Mencintaimu adalah sebuah kebahagiaan yang penuh warna
Yang membuai raga namun menyadarkan jiwa
Membawa aku semakin mendekat padaNYA

Akhirnya kusadari sebuah untaian kata yang selama ini bagai sebuah slogan semata
Cintailah kekasihmu bukan karena fisiknya karena fisik akan sirna
Cintailah kekasihmu semata karena DIA yang Maha Cinta dan baktimu padaNYA
Jika demikian cintamu akan abadi, ya keabadian cinta, doa yang selalu kupanjatkan padaNYA untukmu

Aku hanya manusia biasa yang jauh dari sempurna
Namun aku selalu berusaha menjadi sempurna untukmu dalamNYA
Aku mahluk yang dhoif namun aku tidak naïf dengan cinta yang kupunya untukmu
Sabar dan setia, itu yang selalu hadir dalam wujud cintaku padamu.
»»  Baca Selengkapnya...

Kamis, 20 Oktober 2011

Malam yang Menyejukkan


Malam tadi sejenak kusempatkan menyapa dan bercengkerama dengan sang malam dalam kesunyian dan keheningan..
Jiwa ini terasa bergetar ketika perlahan kehangatan menepis rasa sunyi, rasa hangat yang kutahu dari DIA yang selalu setia menanti kita dengan penuh kehangatan.

Sekeliling kurasakan begitu sunyi, kupadamkan cahaya coba mendekap erat kegelapan rasakan kepekatan malam. Perlahan kutemukan keindahan, malam berbisik lembut bercerita betapa banyak orang gelisah melewatinya, dalam langit angan terpapar jelas apa saja yang sudah dilakukan raga ini.

Tanpa sadar, setitik air bening yang hangat jatuh di pelupuk mata, kurasakan sejuk dan hangat tidak seperti tetesan yang biasa aku rasakan. Ada rasa bahagia, nyaman, tenang, menghapus kecemasan, ketakutan, dan keraguan.

Puji syukurku ya Allah, saat diri dibekap kebimbangan, terperangkap dalam keraguan, terjerat dalam kecemasan, lewat malamMU KAU berikan kehangatan, dalam rasa sunyi dan gelap KAU berikan cahaya. Memperdengarkan simfoni dalam kesunyian, mengalirkan kehangatan di dinginnya malam, tergambar jelas kebesaran penciptanya.

Ya Allah, cukuplah KAU jaga hati ini karena ragaku hanyalah kefanaan. Cukuplah KAU arahkan pikiranku ini tertuju hanya padaMU karena badan kan berlalu..

Ya Allah, betapa Mulia dan Agungnya Engkau
Dengan kelembutan KAU hantarkan diri yang lemah ini menemui sumber kekuatan orang-orang yang mencari..

Terima kasih atas malam yang indah ya Allah…Hanya dalam ridhoMU kuingin jalani langkah dalam hidup ini…


Atrium Senen, 20 Oktober 2011
»»  Baca Selengkapnya...

Rabu, 19 Oktober 2011

Sesekali


Sesekali…
Biarlah angin menahan langkah kita
Bukankah dengan demikian kita sadar,
Bahwa jalan ke depan tidaklah mudah

Sesekali …
Biarlah malam hadir tanpa cahaya rembulan
Bukankah kegelapan mengajarkan kita untuk berjuang

Sesekali…
Biarlah ombak menghapus lukisan diri kita di pasir
Bukankah dengan demikian alam mengajari kita
Untuk saling mengingat?

Sesekali…
Biarlah kita berada ditempat berbeda
Bukankah hidup lebih baik penuh tantangan
Daripada miskin pengalaman

Sesekali…
Biarlah perpisahan kita rasakan
Agar kita dapat menghargai arti sebuah pertemuan..

Ya sesekali saja agar kita belajar jadi lebih baik…
»»  Baca Selengkapnya...
Sharing Moments, Berbagi Untuk Kebaikan...